Peringatan ke-75 Holokos digelar di tengah ancaman kebangkitan anti-Semit

Auschwitz Hak atas foto Getty Images
Image caption Seorang pria memakai kippah berdiri di dekat menara utama bekas kamp konsentrasi Auschwitz.

Para penyintas Holokos (Holocaust) dan para pemimpin internasional menghormati para korban kejahatan Nazi di bekas kamp kematian Auschwitz, di tengah seruan untuk memerangi anti-Semitisme yang bangkit kembali.

Presiden Israel dan Polandia - Reuven Rivlin dan Andrzej Duda - meletakkan karangan bunga di lokasi itu, 75 tahun setelah pasukan Uni Soviet membebaskan kamp.

Sekitar 1,1 juta orang, kebanyakan orang Yahudi, dibunuh di Auschwitz-Birkenau.

Rivlin memperingatkan "suara-suara yang menyebarkan kebencian" dan ancaman terhadap demokrasi.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
75 tahun pembubaran kamp konsentrasi Auschwitz

"Tugas kita adalah memerangi anti-Semit, rasisme, dan nostalgia fasis," katanya.

Dia dan Presiden Duda meletakkan karangan bunga di Tembok Kematian (Death Wall), tempat pasukan Nazi menembak ribuan tahanan.

Kompleks kamp Auschwitz-Birkenau di wilayah selatan Polandia yang diduduki Nazi pada Perang Dunia Kedua, merupakan pusat pembunuhan rezim yang paling brutal.

Ribuan orang Polandia, orang Soviet yang menjadi tawanan perang, orang-orang Gipsi (Roma) dan kelompok-kelompok teraniaya lainnya juga tewas di sana.

Nazi Jerman membunuh sekitar enam juta orang Yahudi dalam kampanye untuk mendominasi ras dan bangsa lainnya.

Hak atas foto EPA
Image caption Presiden Israel dan Polandia - Reuven Rivlin dan Andrzej Duda - meletakkan karangan bunga di lokasi itu, 75 tahun setelah pasukan Soviet membebaskan kamp.
Hak atas foto AFP
Image caption Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara di sebuah upacara menandai peringatan ke-75 Holocaust, termasuk penambahan dinding peringatan bagi 77.000 orang Yahudi yang dideportasi ke kamp konsentrasi dari Prancis.

Peringatan Holokos di Auschwitz barangkali merupakan peringatan terbesar terakhir yang dihadiri begitu banyak korban yang selamat.

Dalam acara peringatan itu, ada kekhawatiran yang tersebar luas tentang tingginya tingkat intimidasi dan kekerasan anti-Semit di sejumlah negara dan maraknya pidato kebencian di internet.

Di Paris, Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara di sebuah upacara menandai peringatan ke-75, termasuk penambahan dinding peringatan bagi 77.000 orang Yahudi yang dideportasi ke kamp konsentrasi dari Prancis.

Shoah Memorial direnovasi, dengan 175 nama tambahan dan pencantuman 1.498 tanggal lahir setelah dilakukan penelitian di kearsipan Holokos.

"Kembalinya anti-Semit ini bukan hanya masalah bagi orang Yahudi. Ini adalah masalah bagi kita semua. Ini adalah masalah Republik," kata Presiden Macron.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Para penyintas Holocaust yang selamat menghadiri acara peringatan Holocaust di Auschwitz, Polandia.

Lebih dari 200 orang yang selamat melakukan perjalanan ke Auschwitz dari seluruh dunia untuk menandai peringatannya yang ke-75 tahun.

Banyak yang mengenakan syal biru-putih - pengingat seragam penjara bergaris yang dikenakan para korban di kamp konsentrasi.

Seorang perempuan yang lahir di kamp beberapa bulan sebelum pembebasan, Jadwiga Wakulska, 75 tahun, mengatakan "ibu saya menggendong saya, yang saat itu berusia empat bulan, di lengannya, saat ia berdiri dalam antrean menuju ruang gas...

"Kami semakin dekat dan semakin dekat ke ruangan gas dan salah seorang Jerman melihat saya.

"Dia menatap saya dan karena saya adalah bayi pirang dengan mata biru, dia membawa saya ke samping dan mengatakan bahwa saya akan bertahan hidup.

"Berkat itulah kami selamat. Ibuku mengatakan bahwa berkat kenyataan bahwa saya memiliki penampilan Nordik, saya menyelamatkannya dan diriku sendiri. "

Topik terkait

Berita terkait