Virus corona 'menyebar' di kapal pesiar, apa yang terjadi pada para penumpang?

Kapal pesiar Hak atas foto Getty Images

Sedikitnya 10 orang di atas kapal pesiar yang berlabuh di pelabuhan Yokohama, Jepang, telah dinyatakan positif terpapar virus corona, kata otoritas kesehatan.

Hampir 300 orang dari 3.700 orang penumpang di kapal pesiar Diamond Princess sudah mengikuti tes. Jumlah yang terinfeksi dapat meningkat selama proses pengujian berlangsung.

Pemeriksaan dilakukan setelah seorang pria Hong Kong berusia 80 tahun yang berada di dalam kapal pada bulan lalu jatuh sakit karena virus corona.

Semua orang yang terpapar virus tersebut berusia di atas 50, demikian laporan NHK Jepang.

Empat orang berusia 50-an, empat berusia 60-an, satu orang berusia 70-an, dan satu lagi berusia 80-an. Dua dari mereka disebutkan sebagai warga negara Jepang.

Sejauh ini mereka tidak dalam "kondisi serius", ungkap NHK.

Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato mengatakan, kasus yang sudah dikonfirmasi berjumlah 31 orang dari 273 orang yang sedang mengikuti proses pengujian sejauh ini.

"Kami meminta mereka [yang dites positif] turun dari kapal dan ... kami mengirim mereka ke lembaga-lembaga kesehatan," katanya dalam jumpa pers, Rabu.

Bagaimana virus itu menyebar ke dalam kapal?

Di wilayah China saja, saat ini ada lebih dari 24.300 kasus virus corona, dengan jumlah kematian 490 orang.

Ada jumlah kasus yang jauh lebih kecil di negara-negara lain di seluruh dunia - dua orang di luar daratan China telah meninggal akibat penyakit ini.

Pria Hong Kong itu diyakini sebagai sumber penyebaran virus corona pada kapal pesiar yang sedang berlabuh di Yokohama, Jepang, pada 20 Januari lalu. Dia kemudian turun di Hong Kong pada 25 Januari.

Pria tersebut kemudian diketahui terjangkit virus corona setelah hasil tesnya positif.

Otoritas kapal pesiar kemudian memulai penyaringan setiap tamu pada Senin malam, dan kapal tersebut dinyatakan sebagai lokasi karantina pada Selasa.

Apa yang terjadi pada para penumpang saat ini?

Para penumpang dan kru kapal kemudan dikarantina selama 14 hari di atas kapal tersebut. Masa inkubasi virus diyakini sekitar dua minggu.

"Kami sekarang secara resmi berada di karantina. Kami akan tetap berada di atas kapal dan kami dikurung di kabin kami," kata seorang penumpang asal Inggris yang diidentifikasi sebagai Abel kepada kantor berita Press Association.

Penumpang lain mengatakan ibunya, yang berusia 80-an, kehabisan obat.

"Kami dalam masalah karena obatnya hampir habis. Banyak penumpang sudah tua," katanya kepada NHK.

Kapal pesiar Diamond Princess adalah bagian dari perusahaan kapal pesiar Princess Cruises, yang dimiliki Carnival Corporation, operator pelayaran yang berbasis di Amerika dan Inggris.

Saat ini ada 20 kasus virus korona yang sudah dikonfirmasi di Jepang, namun tidak termasuk para penumpang yang terpapar di atas kapal pesiar.

Pekan lalu, lebih dari 6.000 orang di atas kapal pesiar di pelabuhan Italia dikurung di tengah kekhawatiran bahwa seorang penumpang Tiongkok mungkin membawa virus itu.

Topik terkait

Berita terkait