Mahathir Mohamad ditunjuk sebagai PM sementara Malaysia setelah sempat serahkan surat pengunduran diri

Mahathir Mohamad Hak atas foto AHMAD YUSNI
Image caption Mahathir Mohamad menjabat sebagai perdana menteri sementara sampai pemerintahan baru dibentuk.

Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, menunjuk Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri sementara di tengah kemelut politik untuk membentuk pemerintahan baru tanpa melibatkan Anwar Ibrahim yang dijanjikan untuk menggantikannya.

Penunjukkan itu dilakukan beberapa jam setelah Mahathir Mohamad (94) menyerahkan surat pengunduran diri kepada raja pada Senin (24/02).

Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah menerima pengunduran dirinya namun memutuskan bahwa Mahathir harus tetap memerintah sampai dibentuk pemerintahan baru.

Hingga kini belum jelas berapa lama Mahathir akan menjabat sebagai perdana menteri sementara dan tidak jelas bagaimana pemerintahan baru akan dibentuk.

Sebelumnya Mahathir Mohamad, dalam cuitan di akun Twitternya, mengatakan dia telah menyerahkan surat pengunduran diri kepada raja Malaysia.

Hak atas foto Mikhail Metzel/Getty
Image caption Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad dilaporkan telah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Raja Malaysia

Keputusan Mahathir dibuat menyusul dinamika politik seputar rencana partainya untuk membentuk pemerintahan baru tanpa politikus senior Anwar Ibrahim, yang dijanjikan akan menjadi penggantinya. 

Dalam cuitan di Twitternya sekitar pukul 13.15 WIB, Mahathir Mohamad mengatakan bahwa dirinya sudah menyerahkan surat pengunduran diri sebagai perdana menteri Malaysia.

Dalam surat yang dilampirkannya, disebutkan bahwa surat itu diberikan kepada raja Malaysia sekitar pukul 12.00 WIB.

Mahathir menjabat perdana menteri untuk rentang kedua kalinya pada Mei 2018 setelah kemenangan besar koalisi Pakatan Harapan yang mengakhiri dominasi koalisi Barisan Nasional.

Koalisi Barisan Nasional ini dipimpin partai UMNO yang telah berkuasa sekitar 60 tahun. 

Mahathir dan partai-partai koalisinya berhasil mengalahkan Perdana Menteri (PM) Najib Razak, yang dibayang-bayangi dengan skandal keuangan badan investasi milik negara, 1MDB, walau Najib berulang kali membantahnya.

Sosok Mahathir mendominasi politik Malaysia selama beberapa dekade.

Dia pernah menjabat perdana menteri Malaysia dari 1981 hingga 2003.

Dahulu dia merupakan bagian dari partai yang pernah berkuasa lama, UMNO dan koalisi Barisan Nasional.

Seperti apa hubungan Mahathir dan Anwar Ibrahim?

Anwar Ibrahim semula menjabat sebagai wakil PM Mahathir Mohamad, tetapi hubungan mereka memburuk ketika Anwar dipecat pada 1998 menyusul konflik kepemimpinan.

Anwar kemudian dipenjara karena tuduhan korupsi dan sodomi, yang secara luas diduga dilatari kepentingan politik.

Hak atas foto Twitter Anwar Ibrahim
Image caption Pertemuan Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim pada 13 Februari 2020.

Namun demikian pada 2018, Mahathir melakukan langkah mengejutkan ketika dia mengumumkan bahwa dia akan bekerja sama dengan Anwar dan bergabung dengan aliansi kelompok oposisi, Pakatan Harapan.

Mahathir mengatakan dia bersedia bekerja sama dengan Anwar dan kelompok oposisi untuk menggulingkan pemerintahan Najib Razak, yang terlibat skandal korupsi 1MDB.

Dalam pemilu dua tahun lalu, Mahathir, Anwar dan koalisi oposisinya berhasil memenangi pemilu - dan Mahathir akhirnya setuju untuk menyerahkan kekuasaan kepada Anwar.

Namun demikian Mahathir berulang kali menolak untuk mengatakan kapan persisnya dia akan mengalihkan kekuasaan itu yang memicu ketegangan dalam barisan oposisi.

Topik terkait

Berita terkait