Wakil menteri kesehatan Iran terinfeksi virus corona, peningkatan kasus di luar China 'sangat mengkhawatirkan'

A woman wearing a face mask walks on a street in Tehran, Iran (22 February 2020) Hak atas foto EPA
Image caption Dilaporkan ada 95 kasus virus corona di Iran, namun angka sebenarnya diperkirakan lebih tinggi.

Wakil menteri kesehatan Iran terinfeksi virus corona, di tengah tekanan terhadap pemerintah terkait dengan penanganan wabah yang telah menewaskan setidaknya 15 orang di negara itu.

Iran adalah salah satu negara dengan peningkatan jumlah kasus yang pesat di luar China, yang kemudian menimbulkan kekhawatiran akan pandemi global.

Dalam jumpa pers Senin (26/02), Wakil menteri kesehatan Iran Iraj Harir-chi membela langkah yang ditempuh pemerintah.

Pada saat yang sama, dia tampak berkeringat dan berkali-kali menyeka keningnya.

Dilaporkan ada 95 kasus di Iran, namun angka sebenarnya diperkirakan lebih tinggi.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia(WHO) mengatakan bahwa peningkatan pesat kasus corona di luar China "sangat mengkhawatirkan".

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan Washington khawatir bahwa Iran mungkin telah menutupi "detail vital" terkait wabah di negara itu dan mendorong semua negara untuk "berbicara sebenarnya tentang virus corona."

Selain Iran dan China, negara lain yang juga mendapat sorotan terkait wabah virus corona adalah Korea Selatan dan Italia di mana terdapat peningkatan kasus dalam beberapa hari terakhir.

Hak atas foto AFP
Image caption Presiden Iran mengimbau warganya untuk menuruti petunjuk dari Kementerian Kesehatan

Terdapat lebih dari 80.000 kasus penyakit pernapasan Covid-10 dilaporkan di seluruh dunia sejak wabah itu pertama kali muncul pada akhir tahun lalu. Sekitar 2.700 pasien meninggal - kebanyakan dari mereka berada di China.

Namun situasi di Iran - tempat dimana situs suci yang menarik jutaan turis tiap tahun dan berada di kawasan negara-negara dengan sistem kesehatan buruk - telah memicu kekhawatiran terkait potensi wabah yang lebih luas di Timur Tengah.

Sebagai salah satu hot spot wabah virus corona di luar China, Iran dianggap paling mengkhawatirkan karena minimnya gambaran akurat bagaimana penyebaran wabah itu sebenarnya, ujar Nathalie Mac Dermott, seprang pakar penyakit menular di King's College London.

Hak atas foto AFP
Image caption Seorang pria menyemprotkan disinfektan ke fasilitas umum di kota Qom, termasuk tempat suci Hazrat Masumeh

Apa yang terjadi dengan wakil menteri kesehatan Iran?

"Saya mengalami demam semalam dan tes pendahuluan hasilnya saya positif," kata Harirchi dalam sebuah video yang dirilis pada hari Selasa (26/02).

"Saya sudah mengisolasi diri di suatu tempat sejak ... dan sekarang saya mulai minum obat.

"Kami pasti akan menang melawan virus ini dalam beberapa minggu ke depan," tambahnya

Tes positif Harirchi untuk Covid-19 diumumkan sehari setelah dia ikut serta dalam konferensi pers, di mana dia sesekali batuk dan tampak berkeringat.

Hak atas foto Reuters
Image caption Dalam konferensi pers, Wakil menteri kesehatan Iran Iraj Harir-chi (kiri) sesekali batuk dan tampak berkeringat

Selama konferensi pers, Harirchi menolak klaim oleh anggota parlemen untuk Qom - pusat wabah - bahwa pihak berwenang menutupi kebenaran tentang wabah tersebut.

Ahmad Amirabadi-Farahani menuduh Covid-19 muncul di Qom tiga minggu lalu dan 50 orang telah meninggal di kota itu.

Namun, jumlah korban jiwa tersebut dibantah oleh Harirchi, yang bersumpah akan mengundurkan diri jika terbukti bahwa setengah dari jumlah itu ternyata benar meninggal.

Sementara itu, anggota parlemen Mahmoud Sadeghi juga dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Mungkinkah virus corona menyebar ke kawasan Timur Tengah?

Iran diyakini menjadi sumber kasus pertama yang dilaporkan oleh negara tetangga Afghanistan, Bahrain, Irak, Kuwait dan Oman, yang kini telah memberlakukan pembatasan perjalanan ke Iran.

Namun ada kekhawatiran bahwa banyak peziarah Syiah Muslim dan pekerja migran yang akan melakukan perjalanan antara Iran dan bagian lain dari wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir, sudah menyebarkan virus.

Di negara-negara seperti Afghanistan yang dilanda perang - yang sejauh ini hanya melaporkan satu kasus - otoritas kesehatan berjuang untuk melacak dan menguji kontak orang yang terinfeksi, kata para ahli.

Hak atas foto AFP
Image caption Precautions are being taken in the Iraqi holy city of Najaf

WHO kini sedang mengirimkan pasokan medis dan peralatan tes tambahan untuk Iran, serta berencana untuk mengirim tim teknis ke negara itu.

Bandara Dubai - yang dikenal sebagai pusat transit penerbangan internasional dan markas bagi maskapai Emirates dan Etihad - telah membatalkan penerbangan penumpang dan kargo ke Iran selama sepekan terakhir "sebagai upaya pencegahan".

Sementara Uni Emirat Arab melaporkan adanya 13 kasus virus corona di negara itu, termasuk pasangan Iran.

Sementara, kementerian kesehatan Bahrain melaporkan bahwa kasus corona di negara itu meningkat menjadi 17 kasus, disebutkan bahwa mereka yang terinfeksi sebelumnya bepergian ke Iran melalui Uni Emirat Arab.

Berita terkait