Virus corona: Sekolah di Jepang diliburkan dan kasus baru di Timur Tengah, WHO sebut wabah di 'titik yang menentukan'

Corona di Jepang Hak atas foto Carl Court/Getty Images
Image caption Dua pelajar di Tokyo, Jepang, mengenakan masker di tengah menyebarnya wabah virus corona, 28 Februari 2020.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan upaya memerangi virus corona mencapai "titik yang menentukan".

Negara-negara di Asia, Eropa dan Timur Tengah mengumumkan langkah-langkah baru untuk mengendalikan penyebaran virus corona, di tengah peringatan WHO tersebut.

Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan wabah yang terjadi di Iran, Italia dan Korea Selatan menunjukkan kekuatan virus itu.

"Itulah yang terjadi di seluruh dunia yang sekarang menjadi perhatian terbesar kami," ujar Ghebreyesus.

Iran dan Italia menjadi pusat penyebaran virus terbesar, dengan banyak orang bepergian dari kedua negara tersebut menyebabkan penyebaran virus semakin luas.

Beberapa pejabat Iran dinyatakan positif virus corona, termasuk Wakil Presiden Masoumeh Ebtekar.

Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Lebanon, Afghanistan, Pakistan dan Estonia di Eropa Utara melaporkan adanya kasus baru yang melibatkan orang yang baru saja bepergian dari Iran.

Di Jepang, Perdana Menteri, Shinzo Abe, memerintahkan semua sekolah ditutup mulai Senin sampai akhir Maret untuk mencegah penyebaran virus.

Hak atas foto EPA
Image caption Italia dan Iran menjadi pusat baru penyebaran virus corona

Perintah itu dikeluarkan ketika jumlah pasien virus corona bertambah, termasuk dua anak-anak.

Secara global, lebih dari 80.000 orang di hampir 50 negara telah terinfeksi virus corona.

Hampir 2.800 orang meninggal dunia, kebanyakan dari mereka berada di Provinsi Hubei di China.

Apa yang dikatakan WHO?

Ghebreyesus mendesak negara-negara yang terinfeksi untuk bertindak agresif untuk mengatasi penyebaran virus.

"Kita sebenarnya dalam situasi yang sangat sulit di mana wabah dapat terjadi ke segala arah berdasarkan cara kita menanganinya," katanya.

"Ini bukan saatnya untuk takut. Ini adalah saat untuk mengambil tindakan mencegah infeksi dan menyelamatkan hidup," tambahnya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Lebih dari 200 orang sejauh ini telah terinfeksi virus corona di Jepang

Tindakan apa yang diambil oleh negara-negara tersebut?

• Jepang dan Irak telah memerintahkan sekolah-sekolah untuk libur - langkah yang sudah diambil di China dan Hong Kong

• Arab Saudi menghentikan jamaah umrah memasuki negara itu. Belum jelas apakah ibadah haji, yang dimulai pada bulan Juli tahun ini, akan terpengaruh

• Iran telah mendesak warga untuk menghindari melakukan perjalanan yang tidak perlu di dalam negara dan membatalkan shalat Jumat di Teheran dan kota-kota lain

• Australia memperpanjang larangan pengunjung asing dari Cina daratan

• Italia telah mengkarantina 11 kotanya

Hak atas foto AFP
Image caption Para pelancong mengenakan masker ketika berkunjung ke Piazza San Marco di Venesia, Italia

Semua sekolah diliburkan di Jepang

Kebijakan ini mulai berlaku pada hari Senin (02/03) dan akan berlangsung hingga akhir liburan musim semi - biasanya pada awal April.

Langkah ini akan berdampak pada kegiatan belajar mengajar bagi sekitar 13 juta siswa.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan minggu-minggu pertama bulan Maret akan menjadi "periode yang sangat kritis" untuk mencegah penularan virus.

Langkah ini mengikuti keputusan China untuk tidak membuka kembali sekolah di daratan setelah liburan Festival Musim Semi dan sebaliknya meminta hampir 200 juta siswa untuk mengikuti kelas online dari rumah mereka.

Hong Kong juga meliburkan sekolah sampai April.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kebijakan Jepang meliburkan sekolah akan berdampak pada sekitar 13 juta siswa

Banyak orang tua di Jepang khawatir tentang apa yang akan mereka lakukan dengan anak-anak mereka.

"Perasaan jujur saya - semua sekolah diliburkan? Penting untuk melindungi anak-anak, tetapi apa yang terjadi jika mereka memiliki orangtua yang bekerja?" satu orang tua menulis di media sosial.

Para pejabat mengatakan pusat penitipan anak tetap terbuka.

Lebih dari 200 orang sejauh ini telah terinfeksi virus corona di Jepang.

Seorang perempuan berusia empat puluhan di Osaka dinyatakan positif untuk kedua kalinya setelah sebelumnya pulih.

Apa yang terjadi di Iran?

Iran mengumumkan 26 kematian dan 245 kasus virus corona.

Beberapa pejabat termasuk wakil presiden dan wakil menteri kesehatan terinfeksi virus ini.

Dua anggota parlemen yang mewakili kota Qom, tempat dimana banyak kasus virus corona terjadi, juga dilaporkan positif Covid-19.

Hak atas foto AFP
Image caption Wakil Presiden Iran, Masoumeh Ebtekar, juga terinfeksi virus corona

Juru bicara kementerian kesehatan Iran, Kianush Jahanpur, menyerukan kepada warga Iran untuk menghindari "bepergian yang tak perlu di dalam negeri".

Negara tetangga Iran telah menutup perbatasan mereka.

Apa yang terjadi di belahan dunia lain?

China melaporkan 29 kematian dan 433 kasus baru pada Kamis (27/02). Pemerintah memerintahkan orang-orang yang tiba di Beijing dari negara yang telah terinfeksi untuk melakukan swa-karantina.

Korea Selatan mencatat total 1.261 orang terinfeksi dan 12 orang meninggal akibat virus corona.

Singapura mengatakan seorang bocah berusia 12 tahun adalah salah satu di antara orang-orang yang baru saja terjangkit virus corona. Total keseluruhan kasus di Singapura mencapai 96.

Di Eropa, Italia melaporkan 650 kasus dan 17 kematian akibat virus corona di Italia.

Hak atas foto EPA
Image caption Wabah corona di Italia telah membuat kafe-kafe di Italia sepi pengunjung

Di negara-negara lain termasuk Aljazair, Denmark, Rumania dan Spanyol melaporkan infeksi yang terkait dengan orang yang baru bepergian dari Italia.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengatakan negaranya "menghadapi krisis, sebuah epidemi yang segera datang".

Negara itu melaporkan 38 kasus dan dua kematian.

Sementara itu Irlandia Utara melaporkan kasus pertama. Dengan demikian, kini ada 16 orang yang terinfeksi di Inggris.

Amerika Latin melaporkan kasus pertamanya di Brasil, setelah orang tersebut kembali dari Italia.

Berita terkait