Virus corona: Dari Gretha Thunberg, Tom Hanks, hingga arsitek perundingan damai Aceh, para tokoh dan selebritis yang terkena Covid-19

Gretha Thunberg Hak atas foto Reuters
Image caption Gretha Thunberg mengalami letih, tenggorokan sakit dan batuk, gejala umum yang diakibatkan virus corona.

Remaja Swedia yang juga aktivis perubahan iklim, Gretha Thunberg, bersama sang ayah memutuskan melakukan isolasi mandiri setelah menunjukkan tanda-tanda terkena virus corona.

Dalam unggalan di Instagram, Thunberg mengatakan ia dan ayahnya menunjukkan gejala dalam 10 hari terakhir setelah melakukan perjalanan ke Brussels, Belgia.

"Saya merasa letih, demam, tenggorokan sakit, dan batuk," kata Thunberg.

Ia menambahkan dirinya tidak memeriksakan diri, karena tes virus corona di Swedia hanya untuk yang memerlukan bantuan medis secara darurat.

Ia juga meminta agar sebisa mungkin orang-orang berada di rumah untuk membantu menekan penyebaran penyakit.

Sebelumnya, aktor Hollywood kenamaan, Tom Hanks dan istrinya, aktris Rita Wilson, positif terjangkit virus corona baru di Australia.

Kepastian itu didapatkan setelah keduanya mengalami gejala demam di Queensland.

"Kami merasa sedikit letih, seperti kalau kami demam, dan nyeri di beberapa bagian tubuh. Rita mengalami demam yang muncul dan hilang," tulis Tom Hanks pada akun Instagramnya.

Hak atas foto EPA
Image caption Tom Hanks dan Rita Wilson

Hanks kini dinyatakan pulih dan sudah keluar dari rumah sakit.

Selain Hanks, aktor Inggris Idris Elba juga terkena virus yang juga dikenal dengan nama Covid-19 tersebut.

Arsitek perundingan damai Aceh dan peraih Nobel Perdamaian, Martti Ahtisaari, juga terkena virus corona.

Mantan presiden Finlandia berusia 82 tahun tersebut dilaporkan "dalam kondisi baik".

Hamid Awaludin, mantan menteri dan perunding pemerintah Indonesia mengatakan bahwa Ahtisaari ikut berjasa besar menuntaskan perundingan damai Aceh.

"Ia memang jago, mungkin karena jam terbangnya yang tinggi. Ia punya banyak strategi untuk memuluskan perundingan," kata Hamid kepada BBC News Indonesia.

Dan berikut sejumlah tokoh lain yang terkena virus corona.

Bek Juventus, Danielle Rugani

Hak atas foto Getty Images
Image caption Daniele Rugani dalam sebuah sesi latihan bersama Juventus.

Bek Juventus Daniele Rugani positif terkena virus corona. Kepastian ini diumumkan oleh klub sepak bola asal Italia tersebut.

Semua kegiatan olahraga di Italia ditangguhkan hingga 3 April, menyusul kebijakan pemerintah untuk mengisolasi negara itu ditengah merebaknya virus corona.

Rugani hanya bermain sebanyak tujuh pertandingan pada musim ini dan hanya sebagai pemain pengganti yang tidak dimainkan pada pertandingan terakhir yg dimenangi Juventus 2-0 melawan Inter Milan yg digelar tanpa penonton pada hari Minggu (08/03).

Klub sepak bola Inter yang sedianya akan melawan Getafe dalam Liga Eropa pada hari Kamis juga ditunda, mereka mengatakan "semua kegiatan pertandingan ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut" menyusul diumumkannya hasil tes Rugani.

"Klub mengambil langkah-langkah untuk mempersiapkan semua prosedur yang diperlukan," tambah klub tersebut dalam pernyataan resminya.

Rugani telah memenangkan empat gelar Serie A bersama Juve dan bermain untuk Italia sebanyak tujuh kali, yang terakhir ditampilkan untuk tim nasional pada tahun 2018.

Kepala medis di Italia meninggal setelah terjangkit virus, Roberto Stella

Kepala asosiasi medis di Provinsi Varese Italia utara, Roberto Stella, 67, meninggal setelah mengalami gagal pernafasan akibat terjangkit virus corona.

Ia mengobati orang-orang di sebuah klinik di Busto Arsizio, barat laut Milan, dan berbagai laporan di Italia menyebut ia dan seorang rekannya terinfeksi virus pada akhir pekan.

Hak atas foto ilgiornaledelticino.ch
Image caption Roberto Stella.

Varese berada di wilayah Lombardy, yang menjadi pusat wabah virus corona di Italia.

Wakil Menteri Kesehatan Inggris, Nadine Dorries

Wakil Menteri Kesehatan Inggris, Nadine Dorries mengaku dirinya positif terjangkit virus corona.

Belum diketahui siapa orang yang menularkan virus tersebut ke Dorries.

Image caption Nadine Dorries

"Kesehatan Publik Inggris telah mulai pelacakan kontak secara rinci, dan departemen tersebut dan kantor saya mengikuti arahan mereka," ujar Dorries.

Dorries, yang juga menjabat sebagai anggota parlemen Inggris dari Partai Konservatif, mengatakan dirinya telah mengambil semua langkah anjuran setelah mengetahui fakta tersebut dan mengisolasi diri di rumah.

Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harir-chi

Wakil menteri kesehatan Iran terinfeksi virus corona, di tengah tekanan terhadap pemerintah terkait dengan penanganan wabah yang telah menewaskan lebih dari 15 orang di negara itu.

Iran adalah salah satu negara dengan peningkatan jumlah kasus yang pesat di luar China, yang kemudian menimbulkan kekhawatiran akan pandemi global.

Dalam jumpa pers Senin (26/02), Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harir-chi membela langkah yang ditempuh pemerintah.

Hak atas foto MEHDI BOLOURIAN/AFP
Image caption Wakil menteri kesehatan Iran Iraj Harir-chi.

Pada saat yang sama, dia tampak berkeringat dan berkali-kali menyeka keningnya.

"Saya mengalami demam semalam dan tes pendahuluan hasilnya saya positif," kata Harirchi dalam sebuah video yang dirilis pada hari Selasa (26/02).

"Saya sudah mengisolasi diri di suatu tempat sejak ... dan sekarang saya mulai minum obat.

"Kami pasti akan menang melawan virus ini dalam beberapa minggu ke depan," tambahnya

Tes positif Harirchi untuk Covid-19 diumumkan sehari setelah dia ikut serta dalam konferensi pers, di mana dia sesekali batuk dan tampak berkeringat.

Wakil Presiden Iran, Masoumeh Ebtekar

Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar ternyata positif terinfeksi wabah virus corona ketika didiagnosis terkait penyakit tersebut ketika wabah menyebar.

Ia didiagnosis terpapar virus corona, lapor media pemerintah, ketika Iran berjuang untuk menghentikan penyebaran penyakit tersebut.

Hak atas foto Kaveh Kazemi/Getty
Image caption Masoumeh Ebtekar.

Wakil presiden untuk urusan perempuan dan keluarga lebih dikenal secara internasional sebagai juru bicara berbahasa Inggris untuk para penyandera yang merebut kedutaan AS di Teheran pada tahun 1979.

Berita terkait