Virus corona: Trump tuduh WHO bersikap China-sentris, Dirjen WHO: ‘jangan politisasi virus ini’

US President Trump leads the daily coronavirus response briefing at the White House in Washington

Sumber gambar, Reuters

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan agar wabah virus corona tidak "dipolitisasi". Seruannya mengemuka ketika Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuduh WHO bersikap "sangat China-sentris" dan gagal menangani pandemi Covid-19.

"Fokus semua partai politik seyogianya adalah menyelamatkan rakyat mereka. Tolong, jangan politisasi virus ini," seru Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Lebih lanjut, Tedros mencetuskan persatuan di tingkat nasional serta solidaritas yang jujur di tingkat global.

"Yang paling kuat seharusnya memimpin jalan dan mohon karantinakan politik Covid," papar Tedros, dalam pernyataan yang secara implisit merujuk Trump.

Pada Selasa (08/04), Trump mengatakan WHO tampak "sangat bias terhadap China".

"Semua pihak harus diperlakukan secara patut dan sepertinya sekarang tidak demikian," kata Trump seraya menegaskan klaimnya bahwa WHO telah memperlakukan China lebih baik dari negara-negara lain.

Menanggapi tudingan itu, Tedros menegaskan: "Kami dekat dengan setiap negara, kami buta warna."

Kontribusi AS kepada WHO

Di samping menuding WHO, Trump menyatakan bakal menjalankan "sebuah kajian, investigasi" untuk menentukan apakah AS akan terus mendanai organisasi kesehatan dunia itu.

"Kami akan menangguhkan uang untuk WHO. Kami akan menahan dengan sangat kuat, dan kami akan meninjau," kata Trump.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menyatakan pemerintah AS "mengevaluasi ulang pendanaan kami kepada Organisasi Kesehatan Dunia".

"Organisasi-organisasi harus bekerja. Mereka mesti mencapai hasil-hasil yang sudah menjadi tujuan organisasi itu didirikan," kata Pompeo.

AS merupakan salah satu pendana terbesar WHO. Data organisasi itu menunjukkan AS berkontribusi sebanyak 15% dari anggaran keseluruhan.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar,

Tolong, jangan politisasi virus ini," seru Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, meredam ancaman keuangan yang disampaikan Trump. Dia meyakini pendanaan dari AS akan berlanjut.

Bagaimana sistem pendanaan WHO?

Lewati Podcast dan lanjutkan membaca
Podcast
Investigasi: Skandal Adopsi

Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

Episode

Akhir dari Podcast

WHO mengandalkan baik dari negara-negara maupun pihak swasta sebagai sumber pendanaan. Pendanaan tersebut juga dibagi menjadi kontribusi wajib dan sukarela. Selama beberapa tahun terakhir, pendanaan sukarela terlihat semakin penting.

Pada tahun keuangan yang lalu, lebih dari 80% dana WHO datang dari kontribusi sukarela pemerintah-pemerintah, organisasi swasta seperti badan amal, badan-badan PBB lain, serta lembaga multilateral seperti Uni Eropa.

Pemerintah AS adalah kontributor dana sukarela terbesar, mencapai 15% dari seluruh pendanaan yang diterima WHO pada 2019. Penyumbang dana terbesar selanjutnya adalah Bill and Melinda Gates Foundation yang mencapai 10% seluruh pendanaan.

Negara lainnya yang memberikan dana sukarela pada 2019 adalah Inggris (7,8%) dan Jerman (5,7%).

Perlu dicatat AS juga berutang pada WHO dalam hal kontribusi wajib. Data pada Maret 2020 menunjukkan AS masih berutang lebih dari US$99 juta (Rp1,5 triliun). Jumlah ini terbanyak dari negara manapun.