Pemilu AS 2020: Kandidat capres Partai Demokrat, Joe Biden, bantah tuduhan melakukan serangan seksual

Joe Biden

Sumber gambar, Scott Eisen/Getty

Keterangan gambar,

Kandidat calon presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, membantah tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap bekas asisten stafnya, Tara Reade, hampir 30 tahun silam.

Kandidat calon presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, membantah tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap bekas asisten stafnya, Tara Reade, hampir 30 tahun silam.

"Saya mengatakan dengan tegas: itu tidak pernah, tidak pernah terjadi," katanya tentang tuduhan tersebut dalam wawancara TV pada Jumat (01/05).

Dia lantas meminta dilakukan pencarian arsip di Senat tentang catatan pengaduan yang diduga diajukan oleh Tara Reade ketika itu.

Reade telah mengajukan pengaduan pidana ke polisi pada bulan lalu.

Dia mengaku sebagai korban kekerasan seksual, tetapi tanpa menyebut nama Biden. Pengaduan ke polisi, katanya, diajukan "hanya untuk alasan keamanan" lantaran gugatan terkait klaimnya sudah berakhir masa berlakunya, seperti diatur dalam undang-undang.

Joe Biden saat ini bersaing dengan Presiden dari Partai Republik, Donald Trump, dalam pemilu presiden AS. Trump juga dituduh melakukan pelanggaran seksual terhadap sekitar 25 orang perempuan.

Bantahan juga dilakukan petinggi Partai Demokrat sebelum Joe Biden diwawancarai dalam acara Morning Joe, acara di saluran televisi kabel AS, MSNBC.

Apa tuduhan Tara Reade?

Tara Reade bekerja sebagai asisten staf Joe Biden dari 1992-1993, ketika pimpinannya itu menjadi senator untuk negara bagian Delaware, AS.

Reade, yang saat ini berusia 56 tahun, mengatakan pada 1993 Biden memaksanya berdiri di salah-satu sudut dinding di ruangan aula Kongres, dan meletakkan tangannya di bawah baju dan roknya, dan melakukan penetrasi dengan jari.

"Saya ingat dia berkata, pertama, ketika dia melakukannya, 'Apakah kamu ingin pergi ke tempat lain?' dan kemudian dia berkata kepada saya, ketika saya menarik diri ... dia berujar, 'Ayolah, kudengar kau menyukaiku,' "katanya kepada pembawa acara podcast Katie Halper pada Maret lalu. "Ucapannya itu terus mengendap di benak saya."

Sumber gambar, Scott Olson

Keterangan gambar,

Berbagai tuduhan itu juga dapat mempersulit proses menemukan pasangan calon wapres untuk Biden, terutama dari kalangan papan atas politikus Partai Demokrat.

Lewati Podcast dan lanjutkan membaca
Podcast
Investigasi: Skandal Adopsi

Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

Episode

Akhir dari Podcast

Reade mengatakan catatan karir Biden selama 36 tahun sebagai senator AS akan berisi bukti tentang keluhannya kepada atasannya perihal pria itu.

Catatan itu disimpan di Universitas Delaware, yang menurutnya, tidak akan dirilis dalam bentuk apapun sampai dua tahun setelah Biden pensiun.

Agaknya tidak ada saksi mata atas dugaan penyerangan seksual tersebut, tetapi sejauh ini sudah ada tiga orang telah mendukung langkah Reade.

Saudara laki-lakinya, bekas tetangga, serta semua eks rekan kerjanya, yang semuanya mengaku mendengar apa yang dialami Reade sesaat setelah insiden yang dituduhkan itu.

Bekas tetangganya, Lynda LaCasse mengatakan kepada Business Insider: "Ini terjadi, dan saya tahu itu terjadi karena saya ingat pernah membicarakannya."

"Saya ingat dia mengatakan, inilah orang yang dia bekerja untuknya dan dia mengidolakannya," kata LaCasse. "Saya ingat roknya. Saya ingat jari-jari. Saya ingat dia hancur berantakan."

Reade merupakan salah seorang dari lebih dari setengah lusin perempuan selama tahun lalu yang menuduh Biden menyentuh, memeluk, atau mencium secara tidak pantas, walaupun tidak ada yang menggambarkan tindakannya sebagai serangan seksual pada saat itu.

Apa dikatakan Biden?

Berbicara kepada pembawa acara stasiun televisi MSNBC, Mika Brezezinski pada Jumat, mantan wakil presiden itu membantah melakukan pelanggaran seksual terhadap Tara Reade.

"Itu tidak pernah terjadi," katanya.

Brezezinski mendesak Biden pada pernyataannya terdahulu yang menyatakan perempuan harus dipercaya ketika mengungkapkan kisah kekerasan seksualnya.

Pada 2018, ketika Hakim Agung (saat ini) Brett Kavanaugh dituduh melakukan pelecehan seksual oleh Christine Blasey Ford, Biden terlibat dalam kampanye mendukung klaim Ford, dan bersikeras agar dia didengar.

"Agar seorang perempuan tampil ke depan, secara nasional, Anda harus memulai dengan anggapan bahwa setidaknya esensi dari apa yang dia bicarakan adalah nyata, terlepas dari apakah dia lupa tentang faktanya, apakah menjadi lebih baik atau tidak dari waktu ke waktu, "kata Biden kepada wartawan ketika itu.

"Apakah perempuan bisa dipercaya kecuali itu berhubungan denganmu?" Brezezinski mencecar dengan pertanyaan itu kepada Biden pada Jumat.

"Perempuan harus dipercaya, ketika ada keraguan," kata Biden. "Maka kamu harus melihat keadaan dan faktanya."

"Kebenaran itu penting."

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Lucy Flores merupakan satu dari sejumlah perempuan yang menuduh Biden melakukan perilaku tidak pantas.

Biden menolak berspekulasi tentang motif Reade, seraya mengatakan bahwa dia memiliki hak untuk maju terus "dan mengatakan apa pun yang ingin dia katakan. Tapi saya punya hak untuk mengatakan: 'Lihatlah faktanya.'"

Namun demikian, mantan wakil presiden itu mengatakan arsipnya yang disimpan di Universitas Delaware tidak berisi informasi pribadi yang terkait sosok Reade.

Walaupun berulangkali dicecar Brezezinski, Biden menegaskan bahwa 1.800 kotak dokumen itu tidak berisi file pribadi dan mungkin saja akan digunakan sebagai "makanan" politik dalam kampanye presiden yang sedang berlangsung.

Tidak lama setelah diwawancarai MSNBC-nya, Biden menulis surat kepada kesekretariatan Senat AS yang isinya meminta agar mereka memeriksa dokumennya untuk mengetahui catatan pengaduan Reade.

Dalam suratnya, Biden meminta "bantuan untuk menentukan apakah 27 tahun lalu ada seorang anggota staf di kantor Senat AS mengajukan keluhan adanya tuduhan pelecehan seksual" dan apakah itu tersimpan di Arsip Nasional AS.

Isi surat tersebut kemudian meminta agar semua dokumen yang diteliti agar dipublikasikan kepada publik dan "tidak hanya mencakup keluhan tersebut jika ada, tetapi setiap dan semua dokumen lain dalam catatan yang berkaitan dengan tuduhan".

Mungkinkah tuduhan itu bakal merusak peluang Biden di pilpres?

Sejumlah politikus Partai Republik memanfaatkan tuduhan Reade untuk menggambarkan para politikus Partai Demokrat sebagai hipokrit yang hanya membela perempuan yang menuduh adanya kesalahan pada kaum konservatif, demikian laporan Associated Press.

Dalam kampanyenya, tim pendukung Presiden Trump mencemooh hasil wawancara televisi dengan Biden, dengan mengatakan mereka memilih standar berbeda untuk kasus yang melibatkan pihak lain.

Namun mengingat dugaan pelanggaran seksual yang sudah berlangsung lama terhadap Donald Trump, Partai Republik barangkali melakukan upaya sekuat tenaga untuk mendapatkan keuntungan politik dari persoalan yang dihadapi Biden.

Pada saat yang sama, Partai Demokrat menempatkan diri mereka sebagai partai penjaga kemurnian moral, baik gender maupun ras. Para politisi partai pasti memiliki standar yang berbeda.

Dan kaum perempuan adalah konstituen paling penting bagi keberadaan partai, yang secara tradisional memberikan lebih banyak suara untuk kandidat Demokrat ketimbang Partai Republik.