Covid-19: 'Bebas kasus baru' virus corona, Selandia Baru cabut semua pembatasan kecuali perbatasan negara

Jacinda Ardern

Sumber gambar, MARTY MELVILLE/AFP

Keterangan gambar,

Jacinda Ardern menyatakan negaranya tak mengalami kasus baru Covid-19 selama lebih dari dua minggu terakhir.

Selandia Baru mencabut hampir seluruh pembatasan yang diterapkan untuk memberantas virus corona setelah melaporkan tidak ada kasus aktif di negara itu.

Dalam ketentuan yang mulai diberlakukan pada Senin tengah malam (08/06), warga tidak diharuskan menjaga jarak walaupun tetap dianjurkan dan boleh berkumpul tanpa batasan jumlah.

Acara pernikahan, pemakaman boleh dilakukan tanpa pembatasan. Angkutan umum juga beroperasi kembali.

Satu hal masih diberlakukan adalah penutupan perbatasan negara itu, dan warga Selandia Baru yang baru tiba dari luar negeri diharuskan tetap menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

Selama lebih dua pekan terakhir, Selandia Baru tidak mencatat kasus aktif baru Covid-19. Perkembangan tersebut membuat Perdana Menteri Jacinda Ardern "berjoget kecil".

"Meskipun kita berada dalam posisi lebih aman, lebih kuat, belum ditemukan jalan mudah menuju kehidupan seperti sebelum Covid, tetapi tekad dan fokus yang kita tunjukkan dalam menangani kesehatan, sekarang akan kita curahkan untuk membangun kembali perekonomian kita," kata Ardern, Senin (08/06).

"Walaupun tugas ini belum rampung, tidak dapat dipungkiri bahwa kita mencapai tonggak sejarah. Jadi, saya ingin menyampaikan 'Terima kasih, Selandia Baru'."

'Upaya terus menerus'

Selandia Baru memberlakukan karantina wilayah pada tanggal 25 Maret, dengan menetapkan empat tingkatan sistem peringatan baru.

Negara itu pertama kali menerapkan diri pada status tingkat empat yang memaksa hampir semua tempat usaha tutup, sekolah tutup dan mewajibkan penduduk negara itu untuk tinggal di rumah.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar,

Sutradara film Jon Landau berpose di depan papan pengumuman bahwa "Semua penumpang harus mengisolasi diri selama 14 hari", ketika tiba di Bandara Internasional Wellington untuk melanjutkan syuting sekuel Avatar.

Lewati Podcast dan lanjutkan membaca
Podcast
Investigasi: Skandal Adopsi

Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

Episode

Akhir dari Podcast

Setelah lebih dari lima pekan, status diturunkan ke tingkat tiga pada bulan April.

Pada tahap itu, kedai makanan boleh buka untuk layanan dibawa pulang dan sebagian tempat usaha nonesensial juga boleh buka kembali.

Seiring dengan penurunan kasus, status diturunkan ke tingkat dua pada pertengahan bulan Mei. Sekolah-sekolah mulai dibuka lagi ketika itu.

Kini statusnya berada di tingkat satu yang terjadi lebih awal dari perkiraan semula.

Pemerintah Selandia Baru semula memperkirakan akan menurunkan status pada tanggal 22 Juni, tetapi jadwal ini dimajukan setelah tidak ada kasus baru yang dilaporkan.

Kendati demikian Perdana Menteri Jacinda Ardern memperingatkan bahwa Selandia Baru "tentunya akan mengalami kasus baru lagi", dan menambahkan "pemberantasan total tak dapat ditentukan waktunya, ini adalah upaya terus menerus".

Selandia Baru mencatat 1.154 kasus terkonfirmasi dan 22 kematian akibat Covid-19 sejak virus corona terdeteksi di negara itu pada akhir Februari.

Negara ini banyak mendapat pujian atas penanganan krisis ini.

Sambutan warga

Pencabutan hampir semua pembatasan ini disambut oleh masyarakat Selandia Baru tetapi juga diwarnai dengan kehati-hatian, seperti tercermin dari pernyataan seorang pengemudi truk di Auckland, Patrick Weston.

"Semua orang begitu gembira bahwa kami pada akhirnya melewati masalah ini, tetapi kami masih gugup," katanya kepada BBC.

Sumber gambar, MARTY MELVILLE/AFP

Keterangan gambar,

Sekolah-sekolah di Selandia Baru dibuka pada pertengahan Mei ketika status pandemi Covid-19 di negara itu berada di level dua.

"Saya pikir yang paling dikhawatirkan orang adalah ekonomi - begitu banyak orang menganggur, begitu banyak orang mencari kerja pada waktu yang sama.

Bagaimanapun ia mengaku tetap waspada.

"Semua pembatasan dicabut dan kita dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa. Semua aktivitas olahraga, musik dapat diadakan tanpa pembatasan jumlah orang yang hadir. Tentu kita masih dianjurkan untuk menjaga jarak, jadi kami berharap orang akan bijaksana.

"Kami gembira, tetapi gugup menghadapi masa depan," pungkas Weston.