Korea Utara: Semua saluran komunikasi dengan Korea Selatan segera diputus akibat masalah selebaran

Mahasiswa Korea Utara ikut serta dalam unjuk rasa mengecam "para pembelot dari Utara" di Pyongyang, 8 Juni.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar,

Mahasiswa Korea Utara ikut serta dalam unjuk rasa mengecam para pembelot, Senin (08/06).

Korea Utara menyatakan akan memutus semua saluran komunikasi dengan Korea Selatan, termasuk telepon hotline antara pemimpin kedua negara.

Tindakan itu, menurut Korut, adalah yang pertama dari serangkaian aksi terhadap Korsel yang disebut sebagai "musuh".

Korea Utara mengatakan mereka menutup saluran telepon langsung dengan Korea Selatan mulai hari Selasa (09/06) serta mengakhiri komunikasi lainnya, kata kantor berita Korean Central News Agency (KCNA).

Setiap hari, panggilan telepon dilakukan dari Korea Selatan ke kantor penghubung di kota perbatasan Korea Utara, Kaesong.

Kedua negara mendirikan kantor itu untuk mengurangi ketegangan, menyusul konferensi tingkat tinggi pada 2018.

Korea Utara "akan sepenuhnya memutus dan menutup jalur penghubung antara pihak berwenang Korea Utara dan Selatan, yang telah dipelihara melalui kantor penghubung bersama Utara-Selatan ... mulai pukul 12:00 pada 9 Juni 2020," lansir KCNA.

Jalur komunikasi militer juga akan ditutup, kata Korut.

Ketika kantor penghubung ditutup sementara pada bulan Januari karena pembatasan Covid-19, kontak antara kedua negara dipertahankan melalui telepon.

Korea Utara dan Selatan melakukan dua panggilan telepon dalam sehari melalui kantor itu, pada pukul 09:00 dan 17:00.

Pada Senin (08/06), Korea Selatan mengatakan untuk pertama kalinya dalam 21 bulan, panggilan telepon pada pagi hari tidak dijawab, tapi panggilan pada sore hari dijawab.

"Kami telah mencapai kesimpulan bahwa tidak lagi perlu untuk duduk berhadapan dengan pihak berwenang Korea Selatan dan tidak ada topik untuk didskusikan dengan mereka, karena mereka hanya membangkitkan kekecewaan kami," sebut KCNA.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar,

Para pembelot Korut beberapa kali menerbangkan balon-balon berisi selebaran anti-Pyongyang ke wilayah Korea Utara.

Kim Yo-jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un, pekan lalu mengancam untuk menutup kantor penghubung kecuali Korea Selatan menghentikan kelompok-kelompok pembelot mengirimkan selebaran ke Korea Utara.

Ia mengatakan kampanye selebaran itu merupakan tindakan permusuhan yang melanggar perjanjian damai yang dibuat dalam KTT antara Moon Jae-in dan Kim Jong-un di Panmunjom pada 2018.

Para pembelot Korea Utara beberapa kali mengirim balon berisi selebaran-selebaran yang memuat kritik terhadap Pyongyang, kadang-kadang disertai makanan untuk menggoda orang Korea Utara agar mengambilnya.

Warga Korea Utara hanya dapat memperoleh berita dari media yang dikendalikan negara, dan sebagian besar tidak memiliki akses ke internet.