Covid-19: Apa yang dimaksud dengan resesi? Apa dampaknya?

  • Ben King
  • Reporter bisnis, BBC News
Toko kopi yang tutup di Cardiff

Sumber gambar, Getty Images

Banyak negara di dunia, termasuk Inggris, diperkirakan akan memasuki resesi terburuk dalam puluhan tahun terakhir.

Apa sebenarnya arti resesi?

Apa itu resesi?

Saat situasi normal, ekonomi sebuah negara tumbuh. Kekayaan warganya akan sedikit naik seiring dengan kenaikan nilai barang dan jasa yang diproduksi negara tersebut, atau yang biasa dikenal dengan Produk Domestik Bruto (PDB).

Terkadang, nilai barang dan jasa yang dihasilkan turun.

Resesi biasanya didefinisikan ketika situasi tersebut terjadi selama dua kuartal, atau dua kali tiga-bulanan, secara berturut-turut.

Kenapa resesi penting diperhatikan?

Bagi sebagian besar orang, pertumbuhan ekonomi adalah hal yang baik. Ini biasanya berarti jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih banyak. Pada umumnya perusahaan-perusahaan lebih untung dan bisa memberi bayaran lebih kepada para pegawai dan pemegang sahamnya.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

PDB adalah cara mengukur nilai barang dan jasa yang dihasilkan sebuah negara.

Ekonomi yang berkembang juga berarti pemerintah mendapatkan pendapatan pajak lebih besar. Jadi negara bisa memangkas pajak, atau memperbesar anggaran untuk tunjangan masyarakat, layanan publik, dan gaji pegawai negeri.

Jika ekonomi menyusut, hal sebaliknya yang akan terjadi.

Apakah kita sudah memasuki resesi?

Sebagian besar negara maju telah mencatatkan pertumbuhan ekonomi negatif - PDB mereka jatuh- dalam periode Januari sampai Maret 2020, sehingga dampak ekonomi virus corona mulai terasa.

Data resmi pertumbuhan dari April sampai Juni belum dirilis, tapi kemungkinan penyusutan lebih besar.

Ini berarti penyusutan ekonomi memasuki kuartal kedua, mengonfirmasi keyakinan bahwa sebagian besar negara di dunia tengah mengalami resesi.

Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi kejatuhan PDB yang besar sepanjang tahun 2020--ekonomi Amerika Serikat diperkirakan jatuh 5,9% sementara Inggris 6,5%.

Bahkan IMF juga memperkirakan seluruh ekonomi dunia jatuh 3% tahun ini, menjadikan tahun ini resesi terburuk di dunia sejak Depresi Berat tahun 1930an.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Pengangguran mengantri kerja dalam Depresi Hebat tahun 1930an

Bagaimana resesi memengaruhi saya?

Lewati Podcast dan lanjutkan membaca
Podcast
Investigasi: Skandal Adopsi

Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

Episode

Akhir dari Podcast

Banyak orang akan kehilangan pekerjaannya, atau sulit mencari peluang kerja baru dan promosi.

Para sarjana dan lulusan sekolah yang mencari pekerjaan untuk pertama kalinya mungkin akan sulit mendapatkannya.

Gaji para pegawai yang masih bekerja mungkin tidak akan naik-- atau mereka harus bekerja lebih lama atau gajinya terpaksa dikurangi.

Lembaga pengamat anggaran pemerintah Inggris, Kantor Tanggung Jawab Anggaran (OBR), memprediksi tingkat pengangguran bisa naik lebih dari dua kali lipat menjadi 10% pada musim panas kali ini.

OBR juga memperkirakan pemerintah harus berhutang lebih dari 300 miliar pounds untuk menanggung biaya krisis virus corona.

Meski demikian, dampak resesi tidak akan dirasakan setara oleh semua kalangan masyarakat, sehingga ketimpangan ekonomi bisa meningkat.

Sebagai contohnya, banyak warga Inggris, yang memiliki rumah dengan hipotek dan tetap bekerja selama resesi terakhir, baik-baik saja.

Bank sentral Bank of England memangkas tingkat suku bunga untuk mendukung ekonomi, yang dengan sengaja memotong bunga hipotek untuk banyak nasabah, sehingga mereka memiliki sisa gaji lebih besar untuk dibelanjakan.

Beberapa warga, seperti penerima tunjangan dan pekerja di sektor publik, tidak bernasib serupa.

Berapa lama resesi terakhir kali terjadi?

Di Inggris, resesi terjadi terakhir kalinya karena krisis finansial global, dan berlangsung selama lima kuartal- dari kuartal kedua 2008. Pada titik terburuknya, PDB jatuh 2,1% dalam satu kuartal.

Tingkat pengangguran naik drastis, namun mulai berkurang dua tahun kemudian.

Inggris juga mencatatkan defisit masif. Defisit adalah jurang antara pendapatan pajak dan pengeluaran untuk layanan publik.

Akibatnya utang nasional pun naik hampir dua kali lipat, sehingga pemerintah harus berhemat selama satu dekade.

Di sejumlah area pengeluaran pemerintah dipangkas besar-besaran, kecuali di sekor kesehatan , pendidikan, dan bantuan internasional.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Industri penerbangan akan pulih dalam waktu lama

Kapan resesi berakhir?

IMF memprediksi resesi akan berakhir tahun depan dan ekonomi dunia akan bangkit kembali.

Namun kita sekarang berada dalam ketidakpastian, dan tidak ada yang tahu bagaimana ekonomi akan pulih.

Jika semua usaha yang tutup selama pandemi dan lockdown buka kembali dengan cepat, konsekuensi resesi akan tidak separah sebelumnya.

Meski demikian, ada ketakutan soal penyebaran kembali virus corona, dan orang mungkin akan khawatir bepergian atau jalan-jalan meskipun orang lain menganggap situasi sudah aman.

Kapal pesiar, perjalanan udara, dan konferensi bisnis, khususnya, mungkin baru bangkit dalam beberapa tahun ke depan.

Jadi konsekuensi resesi kali ini masih akan terasa sampai bertahun-tahun mendatang.

Apa yang bisa kita lakukan?

Cara pasti dalam menanggulangi Covid-19, seperti vaksin, akan membantu pemulihan yang kuat.

Namun sampai vaksin ditemukan, ada beberapa cara yang bisa dipakai.

Pada resesi 2008, bank sentral memangkas tingkat suku bunga untuk mendukung ekonomi. Ini berarti nasabah dan usaha bisa meminjam dengan lebih mudah, dan memiliki uang untuk dibelanjakan.

Namun suku bunga sekarang sudah mendekati nol di banyak negara, sehingga tidak mungkin bagi mereka untuk memangkasnya lagi.

Pemerintah di banyak negara di dunia telah meminjam dalam jumlah besar untuk menopang ekonominya melalui pemangkasan pajak dan anggaran belanja negara yang lebih tinggi, seperti lewat skema tunjangan bagi pegawai yang dirumahkan, atau lewat bantuan langsung tunai.

Namun utang itu ada harganya, dan dampaknya akan terasa dalam puluhan tahun ke depan.