Jacob Blake: Polisi penembak pria kulit hitam AS 'sebanyak tujuh kali' hingga lumpuh, disebutkan namanya

Jacob Blake

Sumber gambar, JUSTIN LANE/EPA

Keterangan gambar,

Unjuk rasa memprotes perlakuan polisi terhadap Jacob Blake juga digelar di New York, Senin, 24 Agustus 2020.

Jaksa Agung Negara Bagian Wisconsin mengumumkan nama polisi penembak pria kulit hitam, Jacob Blake, yang memicu demonstrasi di Kota Kenosha selama berhari-hari.

Jaksa Josh Kaul mengatakan kepada wartawan bahwa polisi bernama Rusten Sheskey menembak Blake sebanyak tujuh kali pada bagian punggung selagi dia membuka pintu mobil.

Aparat menemukan sebilah pisau di mobil Blake, tambah Kaul, namun tidak ada senjata lain.

Berdasarkan penyelidikan yang kini masih berlangsung, tiada polisi lain di tempat kejadian perkara yang melepaskan tembakan. Namun, semua polisi tersebut untuk sementara dibebastugaskan.

Insiden itu memicu gelombang protes di Kota Kenosha selama berhari-hari, beberapa di antaranya berubah menjadi aksi kekerasan.

Blake sendiri masih dirawat di rumah sakit dalam keadaan sadar, namun pengacaranya khawatir kliennya perlu "mukjizat" agar bisa berjalan lagi.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengirimkan aparat federal ke Kenosha. Dalam cuitannya, dia menyebut aparat itu didatangkan untuk memerangi "penjarahan, pembakaran, kekerasan, dan ketiadaan hukum di jalan-jalan Amerika".

Sesaat setelah cuitan Trump muncul, Gubernur Wisconsin, Tony Evers, mengatakan telah memerintahkan 500 personel Garda Nasional untuk mendukung aparat keamanan di tengah kekhawatiran adanya aksi lanjutan.

Sebagian warga menentang kebijakan darurat berupa jam malam di kota.

Mereka lantas bergabung dalam aksi protes, yang terkadang berubah menjadi aksi kekerasan.

Sumber gambar, REUTERS/Brendan McDermid

Keterangan gambar,

Gubernur Tony Evers mengatakan dia akan mengirim lebih banyak pasukan Garda Nasional ke Kenosha untuk melindungi gedung-gedung pemerintah dan mendukung tim kesehatan dan petugas pemadam kebakaran.

Dalam pernyataannya, Kepolisian Kenosha memberikan keterangan resmi menanggapi "beberapa laporan terjadinya aksi penembakan dan adanya beberapa korban akibat tembakan" di kota itu sekitar pukul 23:45 waktu setempat hari Selasa (25/08).

"Penembakan itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan korban tembakan ketiga dilarikan ke rumah sakit dengan luka serius, tetapi tidak mengancam jiwanya," demikian isi pernyataan itu.

Ditambahkan bahwa identitas para korban masih dicari kepastiannya, namun tidak diberikan rincian lebih lanjut. Sejauh ini penyelidikan tengah dilangsungkan.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pria bersenapan dikejar oleh kerumunan massa sebelum dia terjatuh ke jalan.

Pria itu kemudian terlihat melepaskan tembakan beberapa kali ke arah massa.

Sumber gambar, REUTERS/Stephen Maturen

Keterangan gambar,

Bendera Amerika Serikat di gedung Community Corrections Division, Konosha, dengan latar kebakaran akibat kerusuhan, Senin (24/08).

Video lain memperlihatkan sekelompok orang warga sipil membawa senjata, yang sebagian besar berseragam militer, berkumpul di luar pusat bisnis yang dikatakan akan mereka lindungi.

Rekaman video juga menunjukkan orang-orang berlarian di jalan-jalan ketika terdengar suara tembakan, dan sejumlah orang yang terluka tergeletak di jalan.

Apa yang kita ketahui tentang penembakan itu?

Jaksa Josh Kaul memberi informasi mengenai penyelidikan yang tengah berlangsung.

Insiden bermula ketika sejumlah polisi dipanggil ke sebuah alamat pada Minggu (23/08) malam setelah seorang perempuan melaporkan "kekasihnya ada di situ padahal seharusnya dia tidak berada di lokasi".

Pengacara Blake mengatakan kliennya berupaya "meredam insiden domestik" ketika polisi mencabut senjata mereka.

Mereka disebut berupaya menahan Blake, awalnya menggunakan penyengat listrik atau taser. Setelah Blake membuka pintu mobilnya, polisi Rusten Sheskey—yang telah berdinas di Kepolisian Kenosha selama tujuh tahun—melepaskan tujuh tembakan ke punggung Blake.

"Tidak ada polisi lain yang menembakkan senjata mereka," kata Kaul.

Sumber gambar, TANNEN MAURY/EPA

Keterangan gambar,

Seorang pengunjukrasa di Kenosha di depan truk yang dibakar di salah-satu sudut kota Kenosha, AS, Senin (24/08).

Lewati Podcast dan lanjutkan membaca
Podcast
Investigasi: Skandal Adopsi

Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

Episode

Akhir dari Podcast

Tunangan Blake, Laquisha Booker, mengatakan anak-anak - yang menyaksikan semuanya saat mereka duduk di belakang mobil - berteriak saat ayah mereka ditembak.

Blake mengatakan kepada penyelidik bahwa dia menyimpan sebilah pisau. Kaul mengonfirmasi, para polisi "menemukan sebilah pisau di lantai mobil pada sisi supir" mobil Blake. Mereka tidak menemukan senjata lain di kendaraan itu.

Pengacara Blake mengatakan dia mencoba untuk "tidak begitu mengindahkan insiden domestik". Saksi mata mengatakan hal yang sama kepada sejumlah media lokal.

Catatan pengadilan menunjukkan ada surat perintah penangkapan terhadap Blake atas pelecehan seksual dan tuduhan pelecehan dalam rumah tangga.

Ayah Blake mengatakan dia tidak percaya pada penyelidikan tersebut.

"Siapapun yang berkulit putih, yang melakukan penyelidikan tentang seorang pemuda kulit hitam yang ditembak tujuh kali di punggungnya, dan belum memberikan jawaban atau komentar pada saat ini, tidak dapat diterima," katanya kepada wartawan.

Jaksa Josh Kaul menyebut gelombang aksi kekerasan di kota itu "menjijikkan".

Menurutnya beberapa orang yang "terlibat dalam kegiatan perusakan tidak berasal dari Kota Kenosha atau dari Negara Bagian Wisconsin".

Bagaimana aksi protes terjadi?

Beberapa jam setelah penembakan Jacob Blake pada hari Minggu, ratusan orang berunjuk rasa di markas polisi Kenosha.

Sejumlah kendaraan roda empat kemudian dibakar, dan kepolisian meminta agar berbagai pusat bisnis yang buka 24 jam untuk menghentikan aktivitasnya, karena "banyak" laporan adanya perampokan bersenjata dan bunyi tembakan.

Sumber gambar, TANNEN MAURY/EPA

Keterangan gambar,

Aparat polisi, yang didukung pasukan Garda Nasional, menggunakan gas air mata, peluru karet dan bom asap, ungkap para pengunjuk rasa di Konosha, AS.

Pada Senin (24/08), Gubernur Evers menelepon pasukan Garda Nasional untuk membantu polisi setempat dan memberlakukan jam malam di Kenosha.

Aparat polisi, yang didukung pasukan Garda Nasional, menggunakan gas air mata, peluru karet dan bom asap, ungkap para pengunjuk rasa.

Sejumlah demonstran terlihat menyerang mobil-mobil dan bangunan dengan pemukul bisbol, demikian laporan kantor berita Reuters.

Pada Selasa, ratusan orang pengunjuk rasa melakukan demonstrasi di berbagai sudut kota. Sekelompok kecil massa melemparkan kembang api dan botol air ke arah polisi, yang membalas dengan memuntahkan peluru karet dan gas air mata.

Dalam sebuah pesan yang diunggah di Twitter, polisi mendesak agar warga di Kenosha untuk "menjauhi jalanan".

Sumber gambar, REUTERS/Stephen Maturen

Keterangan gambar,

Dua bocah warga kota Konosha bermain sepeda dengan latar kendaraan yang rusak akibat dibakar massa, Senin, 24 Agustus 2020.

Sejumlah bangunan dan mobil mengalami kerusakan setelah aksi protes terhadap aksi penembakan di kota berpenduduk sekitar 100.000 di kawasan barat daya Danau Michigan.

Pada Selasa, Gubernur Tony Evers mengatakan dia akan mengirim lebih banyak pasukan Garda Nasional ke Kenosha untuk melindungi gedung-gedung pemerintah dan mendukung tim kesehatan dan petugas pemadam kebakaran.

Keadaan darurat juga telah diumumkan di Wisconsin.

Aksi protes juga menyebar ke sejumlah kota lainnya, termasuk Portland, Oregon dan Minneapolis, di negara bagian Minnesota.

Bagaimana kondisi Jacob Blake?

Pengacara Ben Crump mengatakan pada konferensi pers pada Selasa bahwa tim dokter mengatakan Blake mengalami kelumpuhan akibat penembakan itu.

"Keluarganya percaya pada keajaiban, tetapi diagnosa medis saat ini adalah bahwa dia lumpuh dan, karena peluru itu memutuskan sumsum tulang belakangnya dan menghancurkan beberapa tulang punggungnya, akan membutuhkan keajaiban bagi Jacob Blake Jr untuk bisa berjalan lagi, " katanya.

Sumber gambar, TANNEN MAURY/EPA

Keterangan gambar,

Seorang pria merekam kebakaran di sebuah pusat bisnis di Kenosha, AS, Senin (24/08), setelah kerusuhan melanda kota itu.

Pria berusia 29 tahun, yang ditembak ketika anaknya duduk bersamanya di dalam mobil, juga mengalami lubang di perutnya, cedera lengan dan kerusakan pada ginjal dan hatinya.

Sebagian besar usus besar dan usus kecilnya harus diangkat, kata pengacaranya kepada wartawan.

Ibunya, Julia Jackson mengatakan pada konferensi pers bahwa putranya telah "berjuang demi hidupnya", tetapi mengatakan jika dia "tahu apa yang terjadi sejauh ini, yaitu kekerasan dan kehancuran, dia akan sangat tidak senang".

Penembakan Blake terjadi ketika AS bergumul dengan perlakuan terhadap masyarakat Afrika-Amerika di tangan penegak hukum, serta pertanyaan yang lebih luas tentang rasisme di masyarakat.

Masalah ini mengemuka semenjak kematian seorang pria kulit hitam lainnya, George Floyd, dalam tahanan polisi di Minneapolis, Mei lalu.

Dalam pidatonya, Julia Jackson berbicara secara langsung tentang rasisme dan menyerukan apa yang disebutnya sebagai "upaya penyembuhan".

"Apa kau mengerti apa yang akan terjadi jika kita jatuh - karena rumah yang berseberangan tidak bisa berdiri."