George Floyd: Eks polisi yang didakwa membunuh dilepaskan dari penjara setelah bayar uang jaminan sekitar Rp14,7 miliar

Derek Chauvin

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar,

Derek Chauvin yang menekan leher George Floyd dengan lutut hingga tewas kini tak perlu mendekam di penjara sebelum proses peradilannya digelar Maret tahun 2021.

Pengacara Derek Chauvin mengeluarkan jaminan US$1 juta atau sekitar Rp14,7 miliar, agar eks polisi yang dituduh membunuh warga kulit hitam George Floyd tersebut tidak mendekam di penjara selagi menunggu proses hukum.

Menurut catatan pengadilan, Chauvin dilepaskan Rabu (07/10).

Chauvin yang telah dipecat dari kepolisian kini tengah menunggu persidangan yang akan berlangsung Maret tahun 2021.

Akhir Mei lalu, polisi berkulit putih itu menindih leher Floyd dengan lututnya selama hampir delapan menit.

Floyd meninggal pada 25 Mei akibat kejadian itu.

Kematian Floyd menyebabkan protes berskala global yang menyerukan reformasi kepolisian. Tuntutan itu didorong oleh gerakan Black Lives Matter.

Keterangan video,

Pembunuhan George Floyd: Kerusuhan anti rasialisme di Amerika Serikat

Tiga terdakwa lain dalam kasus ini adalah tiga bekas polisi yang juga kolega Chauvin, yaitu Alexander Kueng, Thomas Lane, dan Tou Thao.

Lewati Podcast dan lanjutkan membaca
Podcast
Investigasi: Skandal Adopsi

Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

Episode

Akhir dari Podcast

Ketiganya juga sudah dipecat dari kepolisian dan didakwa membantu dan bersekongkol melakukan pembunuhan.

Bukan cuma Chauvin, tapi tiga mantan polisi itu juga telah memberikan uang jaminan agar tak mendekam di penjara saat menunggu persidangan tahun depan.

Chauvin sebelumnya di tahan di lapas dengan keamanan maksimum di Oak Park Heights, Minnesota. Ia ditahan sejak akhir Mei.

Juni lalu, seorang hakim menetapkan bahwa Chauvin harus menebus uang jaminan sebesar US$1,25 juta (Rp18,4 miliar) tanpa prasyarat.

Hakim itu memberi pilihan lain, yaitu uang jaminan US$1 juta. Namun jaminan itu melarang Chauvin menghubungi keluarga Floyd, menyerahkan senjatanya dan tidak bekerja sebagai polisi saat menunggu proses persidangan.

Chauvin memilih opsi jaminan yang kedua. Menurut laporan CBS Minnesota, uang jaminan itu dikeluarkan oleh sebuah lembaga penjamin.

Di AS, lembaga penjamin berjanji untuk membayar uang jaminan secara penuh kepada pengadilan jika terdakwa tidak memiliki kemampuan finansial atau atau gagal hadir di pengadilan.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar,

Searah jarum jam dari kiri atas: Derek Chauvin, Tou Thao, Thomas Lane, dan J Alexander Kueng.

Ben Crump, seorang pengacara hak sipil yang mewakili keluarga Floyd, menilai pembebasan Chauvin dengan uang jaminan merupakan preseden yang menyakitkan.

Ia mengatakan publik masih jauh dari mencapai keadilan untuk George.

"Meskipun George Floyd tidak mendapatkan keadilan dalam kehidupannya, kami tidak akan berhenti sampai dia diberikan keadilan penuh dalam kematian," kata Crump.

Empat terdakwa dalam kasus ini dijadwalkan untuk menghadapi persidangan secara bersama-sama Maret mendatang. Namun hakim mempertimbangkan untuk mengadili mereka secara terpisah.

Kasus Floyd mengungkap ketidaksetaraan berbasis rasial di AS.

Tuntutan gerakan Black Lives Matter pun kini menjadi isu politik yang ramai dibahas jelang pemilihan presiden AS bulan November.

Keterangan video,

Bagaimana ketimpangan berbasis ras di AS memicu brutalitas kepolisian terhadap orang kulit hitam di negara itu saat ini.