Israel: tak ada bukti

Menlu Israel Avigdor Lieberman
Image caption Lieberman menegaskan tidak ada bukti kuat keterlibatan Israel

Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman mengatakan tidak ada bukti dinas intelijen Israel, Mossad, membunuh komandan Hamas di Dubai.

Hamas menuduh agen-agen Israel membunuh komandan mereka dan sejumlah pengamat mendukung tuduhan itu karena di masa lalu Mossad menggunakan paspor asing untuk menjalankan operasi.

Namun Lieberman, dalam pernyataan resmi pertama pemerintah Israel atas masalah ini, mengatakan tidak ada alasan untuk menuding Israel dan Mossad.

"Saya tidak tahu mengapa mereka berasumsi bahwa Israel atau Mossad yang menggunakan paspor itu," kata Lieberman kepada radio militer Israel.

"Tidak ada alasan untuk berpikir bahwa itu adalah tindakan Mossad Israel dan bukan dinas intelijen atau negara lain yang bermaksud jahat."

Namun dia tidak membantah secara tegas bahwa Israel melakukan pembunuhan.

"Israel tidak pernah memberi tanggapan, tidak pernah mengukuhkan dan tidak pernah membantah. Tidak ada alasan bagi Israel untuk mengubah kebijakan itu."

Paspor palsu

Pemerintah di Dubai mengatakan 11 agen dengan paspor Eropa melakukan pembunuhan terhadap komandan Hamas, Mahmoud al-Mabhouh.

Mereka mengumumkan rekaman kamera pengawas yang menurut mereka memperlihatkan beberapa tersangka pembunuh menyamar, antara lain menggunakan rambut maupun janggut palsu.

Mabhouh dibunuh di dalam kamar hotelnya di Dubai pada 20 Januari 2010.

Laporan-laporan menyebutkan dia berada di Dubai untuk membeli senjata bagi Hamas.

Tujuh orang Israel yang lahir di luar Israel -yang disebut sebagai tersangka- mengatakan identitas mereka dicuri dan dan menegaskan mereka sama sekali tidak terlibat pembunuhan ini.

"Saya tidak tahu bagaimana caranya mereka mendapatkan informasi tentang saya. Mereka mencurinya," kata Stephen Daniel Hodes, salah seorang yang namanya disebut sebagai tersangka.

"Saya tidak pernah ke Dubai. Saya tidak tahu siapa di belakang ini," tambahnya.

Paspor Inggris yang digunakan para tersangka juga disebut-sebut sebagai paspor palsu. Perdana Menteri Inggris Gordon Brown sudah meminta agar dilakukan penyelidikan atas masalah ini.

Pemerintah Prancis, Jerman, dan Republik Irlandia juga mengatakan bahwa paspor mereka yang digunakan oleh para tersangka pembunuh adalah palsu.

Berita terkait