Inggris tekan Israel soal Mabhouh

Enam orang Inggris
Image caption Enam orang Inggris keturunan Israel mengaku bukan tersangka.

Pemerintah Inggris meminta Duta Besar Israel untuk membahas penggunaan paspor palsu Inggris oleh tersangka pembunuh seorang komandan Hamas di Dubai.

Gordon Brown juga memerintahkan penyelidikan paspor-paspor yang berisi enam nama orang Inggris keturunan Israel yang mengaku bukan yang ada dalam gambar yang diedarkan polisi Dubai.

Polisi Dubai menyatakan 11 orang itu "agen-agen dengan paspor Eropa" yang menewaskan Mahmoud al-Mabhouh dari Palestina.

Dinas rahasia Israel, Mossad menyangkal melakukan pembunuhan itu.

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan tidak ada bukti yang berkaitan dengan Mossad.

Namun dia menolak mengeluarkan penyangkalan secara formal sesuai dengan "kebijakan mendua" dalam masalah-masalah keamanan.

Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman mengatakan kepada radio militer Israel, "Tidak ada alasan untuk berpikir bahwa itu adalah tindakan Mossad Israel dan bukan dinas intelijen atau negara lain yang bermaksud jahat."

'Penyelidikan penuh'

Duta Besar Israel Ron Prosor dijadwalkan bertemu kepala dinas diplomatik Sir Peter Ricketts hari Kamis.

Badan Urusan Kejahatan Terorganisasi telah diminta untuk menyelidiki pemalsuan paspor itu.

Foto-foto dan tanda tangan dalam paspor yang digunakan di Dubai sudah diperiksa tidak cocok dengan paspor yang dikeluarkan Inggris.

Perdana Menteri Inggris Gordon Brown mengatakan, "Kita harus melakukan penyelidikan penuh masalah ini. Paspor Inggris merupakan dokumen penting yang harus ditangani seksama."

Kementerian Luar Negeri mengatakan, Kedutaan Besar Inggris di Tel Aviv sudah siap memberikan dukungan bagi mereka yang terpengaruh oleh kasus penembakan di Dubai.

Pria yang namanya muncul dalam paspor itu memiliki kewarganegaraan ganda Inggris dan Israel.

Mereka adalah Melvyn Adam Mildiner, Paul John Keeley, James Leonard Clarke, Stephen Daniel Hodes, Michael Lawrence Barney dan Jonathan Lewis Graham.

Mereka semua menyangkal keterlibatan dalam pembunuhan itu.

Sebagian dari mereka merasakan terkejut disebut terlibat kejahatan.

Hodes yang kelahiran Salford, 37 tahun, mengatakan tidak pernah meninggalkan Israel dalam dua tahun ini dan merasa "terkejut".

"Saya tidak tahu siapa di belakang ini. Saya hanya takut mereka memiliki kekuatan besar," katanya kepada televisi Israel.

Diumumkan di Dubai

Image caption Menlu Israel Lieberman menyatakan tidak ada bukti negaranya terlibat

Rincian mengenai tersangka dan paspor mereka disiarkan oleh para pejabat di Dubai awal pekan ini.

Tiga diantara tersangka menggunakan Paspor Irlandia.

Pihak berwenang Republik Irlandia membenarkan bahwa nomor-nomor paspor itu tepat namun tidak cocok dengan nama yang digunakannya untuk Gail Folliard, Evan Dennings dan Kevin Daveron.

Kementerian Luar Negeri Irlandia menyatakan para pejabat berusaha menghubungi tiga warganya yang memegang paspor dengan nomor-nomor itu.

Prancis dan Jerman juga dilaporkan meragukan identitas dua tersangka yang menggunakan paspor Perancis dan Jerman. Mabhouh dibunuh di hotelnya di Dubai 20 Januari.

Laporan-laporan menyebutkan dia akan membeli senjata untuk Hamas. Dua tersangka Palestina diperiksa dalam kasus pembunuhan itu.

Polisi mengatakan mereka "melarikan diri ke Yordania" sesudah pembunuhan itu namun namanya belum disiarkan.

Para pejabat di Dubai telah mengumumkan perintah penangkapan.

Polisi Dubai menyatakan, tim itu tampaknya pembunuh profesional yang mungkin disponsori pemerintah asing.

Mereka menyiarkan kamera perekam yang menunjukkan para tersangka menyamar diantaranya menggunakan wig dan janggut palsu di hotel dekat bandara internasional Dubai.

Para tersangka diduga membuntuti Mabhouh setibanya di Dubai dari Suriah.