Uni Eropa kecam penggunaan paspor palsu

Para tersangka
Image caption Identitas warga Uni Eropa dicuri oleh tersangka pembunuh

Para menteri luar negeri Uni Eropa "mengecam keras" penggunaan paspor palsu Eropa dalam pembunuhan anggota Hamas Palestina.

Kecaman itu tidak mengacu langsung kepada Israel. Dinas Intelijen Israel Mossad dituduh melakukan pembunuhan itu bulan Januari lalu.

Para menteri bertemu di Brussels menjelang pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman.

Israel menyanggah untuk memastikan atau menyanggah mereka membunuh Mahmoud al-Mabhouh di Dubai.

"Uni Eropa mengecam keras tindakan mereka yang terlibat dalam aksi ini dengan menggunakan paspor dan kartu kredit palsu negara anggota Uni Eropa yang didapat dengan mencuri identitas para warga negara," demikian bunyi pernyataan itu.

"Kami sangat prihatin bahwa paspor Eropa...dapat digunakan dengan tujuan yang berbeda," kata Menteri Luar Negeri Spanyol Miguel Angel Moratinos, yang saat ini memegang jabatan rotasi presiden Uni Eropa.

Setelah pengumuman itu, Presiden Prancis Nicolas Sarkozi mengecam pembunuhan itu dalam acara jumpa pers dengan pemimpin Palestina, Mahmoud Abbas, menurut kantor berita AFP.

Pertemuan dengan Israel

Para menteri luar negeri dari Irlandia, Jerman, Prancis dan Inggris akan bertanya kepada Lieberman tentang peranan Israel dalam pembunuhan tersebut dalam pertemuan khusus hari Senin.

Image caption Mabhouh dibunuh di kamar hotel, kata polisi Dubai

Ketua urusan luar negeri Uni Eropa Baroness Ashton juga akan hadir.

Juru bicaranya, Lutz Gueller, mengatakan ia juga prihatin atas penggunaan paspor palsu itu.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Irlandia Michael Martin mengatakan ia ingin "menekankan keprihatinan mendalam kami tentang penggunaan paspor palsu" dan "ingin mencari rincian tentang masalah serius ini".

Mabhouh dibunuh di satu hotel di Dubai, kata polisi.

Para menteri tidak menyebut nama, namun Mossad, dinas intelijen Israel dituduh berada di balik pembunuhan itu.

Mabhouh dibunuh di Dubai oleh satu tim yang masuk ke negara itu dengan menggunakan identitas yang dicuri dari negara negara Inggris, Irlandia, Prancis dan Jerman.

Warga negara Inggris yang identitasnnya dicuri juga memegang kewarganegaraan Israel.

Para pelaku pembunuhan, sebagian dengan menggunakan rambut palsu dan kumis, tertangkap jaringan CCTV Dubai, mengikuti Mabhouh.

Ia dibunuh di kamarnya. Laporan otopsi menyebutkan ia mati tersengat listrik dan dibekap.

Enam warga negara Inggris Israel akan mendapat paspor baru melalui kedutaan Inggris di Yerusalem.

Kedutaan Inggris mengatakan hal itu adalah langkah pertama untuk membersihkan nama mereka yang sekarang masuk dalam daftar cari Interpol.

Polisi di Dubai mengatakan kemungkinan ada pengungkapan lebih lanjut tentang pembunuhan itu.

Sekitar 18 anggota tim pembunuh masuk ke negara itu dengan menggunakan paspor diplomat, kata Letnan Jendral Dhahi Khalifan Tamim.