Australia panggil dubes Israel

Mabhouh
Image caption Mabhouh ditemukan tewas di hotel di Dubai, Januari lalu

Australia telah memanggil duta besar Israel untuk menjelaskan penggunaan paspor Australia oleh tiga tersangka pembunuhan tokoh senior Palestina.

Perdana Menteri Kevin Rudd mengatakan Canberra "tidak akan akan tinggal diam terhadap persoalan itu".

Mahmoud al-Mabhouh, anggota senior dari kelompok militan Palestina Hamas yang membantu menyalurkan senjata ke jalur Gaza, dibunuh di Dubai Januari lalu.

Sebelumnya, Polisi di Dubai mengatakan telah mengidentifikasi 15 tersangka pembunuhan, dari jumlah seluruhnya 26 orang.

Mereka mengatakan para tersangka menggunakan dokumen dari negara Inggris, Prancis, Irlandia dan -untuk pertama kalinya- menggunakan paspor Australia.

Rudd mengatakan Canberra akan melawan negara yang terbukti terlibat dalam pemalsuan paspor.

Dia mengatakan pertama Australia akan mencoba mencari fakta, tetapi itu bukan "persoalan yang kecil".

"Ini bukan sesuatu yang bisa didorong dari satu sisi saja. Ini membutuhkan perhatian yang mendalam," jelas dia.

Kantor Berita AFP melaporkan Australia mengatakan tiga paspor itu kelihatan "digandakan atau diubah".

Selasa lalu, pemimpin oposisi Israel Tzipi Livni merespon peristiwa itu dengan tepuk tangan, sementara Dubai yakin pembunuhan itu diatur oleh agen intelejen Israel Mossad.

Israel telah dituduh terlibat dalam pembunuhan tersebbut, tetapi menolak untuk mengkonfirmasi atau membantah terlibat.

Salah satu pendiri sayap militer Hamas, Brigade Izz al-Din Qassam, Mabhouh ditemukan tewas di kamar hotel The Gulf Emirate pada 20 Januari lalu.

Hasil pemeriksaan terhadap jenazahnya menunjukan telah dibunuh dengan arus listrik dan dicekik.

Peta perjalanan

Image caption Polisi publikasikan peta perjalanan para tersangka

Awal bulan ini otoritas Dubai mempublikasikan nama dan foto paspor dari 11 orang "agen yang menggunakan paspor Eropa"- enam dari Inggris, tiga Irlandia, satu Prancis dan satu Jerman.

Semua negara sejak awal mengatakan dokumen itu didapat secara ilegal.

Rabu lalu, polisi mengumumkan daftar tersangka baru yang diduga menawarkan "dukungan logistik" beberapa bulan sebelum pembunuhan terjadi.

Polisi juga membuat daftar untuk melacak rute perjalanan dari tersangka lama dan tersangka baru, sebelum dan sesudah Mabhouh tewas.

"Para tersangka berkumpul di Dubai dan memisahkan diri ke beberapa lokasi sebelum berpasangan di tim yang lain dan menuju ke tujuan lain, " kata mereka.

Polisi mengatakan dua orang yang memakai paspor Australia diduga melakukan perjalanan dengan kapal ke Iran selama menjalankan misi sebagai mata-mata Agustus lalu.

Penyidik juga menemukan 14 orang tersangka menggunakan kartu kredit yang diterbitkan oleh MetaBank- bank kecil yang berkantor pusat di negara bagian Iowa AS-untuk memesan kamar hotel dan membayar biaya pesawat.

Juru bicara MetaBank mengatakan kepada Kantor Berita Associated Press, bahwa bank berusaha mengkonfirmasikan laporan tersebut.

Daftar baru

Image caption Enam tersangka baru yang memakai paspor Inggris

Enam identitas tersangka baru yang menggunakan paspor Inggris adalah Daniel Marc Schnur, Gabriella Barney, Roy Allan Cannon, Stephen Keith Drake, Mark Sklur dan Philip Carr.

Tersangka dengan paspor Irlandia adalah Ivy Brinton, Anna Shuana Clasby dan Chester Halvey; paspor Prancis David Bernard LaPierre, Melenie Heard and Eric Rassineux; dan paspor Australia Bruce Joshua Daniel, Nicole Sandra Mccabe and Adam Korman, menurut pernyataan tersebut.

Pejabat Inggris mengatakan mereka mencoba menghubungi orang yang namanya tercantum dalam paspor dan identitasnya digunakan.

"Kami bisa mengkonfirmasi bahwa enam lagi paspor Inggris yang telah diidentifikasi," seperti disampaikan Kantor Kementrian Luar Negeri di London. "Kami akan mencoba menghubungi orang-orang itu dan akan menawarkan bantuan konsuler seperti yang kami lakukan sebelummya."

"Kami berharap penuh kerjasama Israel", jelasnya.

Polisi Dubai dalam pernyataannya mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan mereka tidak menuntup kemungkinan ada tersangka baru.