Anak tokoh Hamas menjadi agen Israel

Mosab Hassan Yousef menjadi agen Israel
Image caption Mosab Hassan Yousef mengatakan dia tidak akan bersembunyi

Anak laki-laki tertua pendiri kelompok militan Palestina, Hamas, mengatakan dia telah bekerja sebagai mata-mata Israel selama lebih 10 tahun.

Dalam sebuah buku yang baru diterbitkan, Mosab Hassan Yousef mengatakan setelah dibebaskan dari penjara Israel dia mulai memberikan bahan intelijen kepada badan keamanan internal Israel.

Pria yang ditangkap Israel pada tahun 1996 itu memberikan informasi tentang para pelaku bom bunuh diri dan pemimpin utama Hamas serta Fatah.

Mosab besar di keluarga Islam yang taat di Tepi Barat yang diduduki Israel. Tetapi Mosab kemudian bertentangan dengan Hamas dalam hal pemikiran karena pelecehan terhadap pendukungnya sendiri.

Mosab yang sekarang berusia 32 tahun mengatakan dirinya bekerja untuk badan intelijen Israel, Shin Bet, karena alasan pribadi.

Pria ini mengatakan dia mencegah banyak pelaku bom bunuh diri Palestina yang hendak menyerang warga Israel dan mencegah Israel membunuh beberapa pemimpin Palestina termasuk ayahnya sendiri.

Menjadi Kristen

Ayah Mosab, Sheikh Hassan Yousef yang masih dipenjara Israel sekarang tidak lagi mengaku dia sebagai anak.

Image caption Salah satu penjara di Israel tempat para pejuang Hamas disekap

Buku ini pastinya akan membuat banyak orang marah. Tetapi Mosab, yang sekarang taat menjalani agama Kristen, mengatakan dirinya tidak akan bersembunyi.

Dia mengatakan sepanjang hidupnya, dia selalu menghadapi bahaya.

Pada mulanya dia dianggap sebagai seorang pahlawan di masyarakatnya tetapi sekarang dia dilihat sebagai pengkhianat.

Tetapi Mosab Hassan Yousef tetap optimis orang lain suatu hari kelak akan melontarkan pertanyaan yang sama.

Dia sekarang tinggal di Amerika Serikat dan mengatakan tetap akan bekerja untuk warga Palestina meskipun sekarang banyak pihak bertanya siapa yang dia maksud dengan warganya.