Maliki unggul dalam pemilu Irak

Nouri Maliki
Image caption Baghdad adalah tempat penting dalam pemilu Irak

Hasil awal pemiliham umum Irak menunjukkan koalisi Perdana Mentri Nouri Maliki unggul di Baghdad, yang merupakan tempat penting, menurut pejabat pemilu.

Hasil dari seluruh negara menunjukkan persaingan ketat antara Maliki dan saingan utamanya, mantan Perdana Mentri Iyad Allawi.

Baghdad memiliki tempat 70 kursi untuk anggota parlemen keseluruhan berjumlah 325 orang. Hasil perolehan suara di ibukota Irak ini menjadi kunci pemilu.

Sejumlah pihak mengajukan keluhan tentang lambatnya penghitungan suara untuk tanggal 7 Maret, dan sejumlah kalangan mengklaim terjadi kecurangan.

Hasil akhir dari semua 18 propinsi diperkirakan akan selesai dalam dua minggu dan setelah itu akan terjadi proses pembentukan koalisi yang membutuhkan waktu yang lama.

Komisi pemilihan mengeluarkan data awal untuk hasil pemilu di Baghdad hari Sabtu, dengan mengatakan sekitar 18% suara telah dihitung.

Image caption Sejumlah 6.200 calon memperebutkan 325 kursi parlemen Irak

Sejumlah 6.200 calon mencalonkan diri untuk 325 kursi parlemen.

Pemerintahan koalisi

Hasil awal menunjukkan Kelompok Negara Hukum yang dipimpin Maliki -yang merupajan koalisi dengan anggota kelompok agama dan suku- unggul dari mayoritas Syiah, Aliansi Nasional Irak, dengan selisih 50.000 suara.

Kelompok sekuler mantan PM Iyad Allawi berada di tempat ketiga.

Kemenangan di Baghdad, yang memiliki jumlah kursi paling banyak dibandingkan daerah pemilihan lain, merupakan pendorong utama bagi Maliki untuk dapat mempertahankan posisinya sebagai perdana menteri.

Hari Jumat, komisi mengatakan kelompok Maliki memimpin di dua propinsi Syiah di selatan Baghdad.

Komisi mengatakan saingan Maliki, Iyad Allawi, unggul di dua propinsi di utara ibukota.

Para analis mengatakan tampaknya kecil kemungkinan jika satu partai yang akan membentuk pemerintahan dan kemungkinan perundingan untuk membentuk koalisi akan memakan waktu berbulan bulan.

Para pemilih yang memberikan suara mencapai sekitar 62%, kata para pejabat komisi, walaupun terjadi penyerangan yang menewaskan 38 orang hari Minggu.

Jumlah pemilih ini turun dari 75% yang memberikan suara dalam pemilu tahun 2005.

Berita terkait