Hubungan Israel-AS memburuk

Michael Oren
Image caption Michael Oren berpidado di hadapan diplomat Israel

Dutabesar Israel untuk Amerika Serikat, Michael Oren, mengatakan hubungan kedua negara berada di titik terendah dalam 35 tahun.

Pernyataan Michael Oren ini dmuat di media Israel.

Minggu lalu para pejabat Israel mengumumkan pembangunan 1.600 pemukiman baru di wilayah Yerusalem Timur yang diduduki saat Wakil Presiden Joe Biden berkunjung ke negara itu.

Namun perdana menteri Israel mengatakan pemukiman itu "tidak berpengaruh negatif" pada warga Arab di Yerusalem Timur.

Dalam pidato di parlemen Israel, Knesset, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan dia menginginkan perundingan damai dan berharap kubu Pelestina tidak mengajukan "persyaratan baru" untuk mengadakan perudningan.

"Tidak satupun pemerintah Israel dalam 40 tahun terakhir yang membatasi pembangunan perumahan di Yerusalem," ujarnya.

"Membangun perumahan untuk kaum Yahudi di Yerusalem tidak berpengaruh negatif pada warga Arab di Yerusalem Timur atau merugikan mereka."

Sementara itu, kepala politik luar negeri Uni Eropa Barones Ashton yang sedang berada di Timur Tengah, mengatakan keputusan Israel itu membuat kemungkinan melakukan perundingan langsung dengan Palestina terancam.

'Masa sulit'

Sebelumnya pemerintah Israel berusaha mengecilkan ketegangan dalam hubungan dengan Amerika Serikat.

Namun dalam percakapan telpon dengan para konsuljenderal Israel di seluruh wilayah Amerika , Dutabesar Israel untuk AS, Michael Oren, mengatakan bahwa "krisis ini sangat serius dan kita menghadapi periode yang sulit dalam hubungan kedua negara," tulis media Israel.

Situs Ynet News Israel melaporkan bahwa hari Jumat (12/11), Oren dipanggil Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan diberi peringatan mengenai masalah itu.

Ynet mengutip dutabesar yang mengatakan "hubungan Israel dengan Amerika Serikat berada dalam krisis terburuk sejak tahun 1975."

Tahun 1975, hubungan kedua negara menjadi tegang karena menteri luar negeri AS saat itu Henry Kissinger menuntut Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin menarik sebagian tentaranya dari Semenanjung Sinai, yang diduduki sejak perang Enam Hari tahun 1967.

Koran Haaretz mengatakan kutipan dutabesar itu juga telah disampaikan oleh konsul jenderal Israel di Amerika yang mengikuti perbincangan lewat telpon itu.

Oren tampak "tegang dan pesimis," ujar konsul jenderal yang dikutip koran ini.

Seluruh konsul jenderal diperintah untuk melobi anggota kongres dan para pemimpin masyarakat Yahudi dan mengatakan bahwa Israel tidak berniat menyakiti hati Amerika Serikat.

"Instruksi ini diperintahkan dari tingkat tertinggi di Yerusalem," ujar Oren seperti dikutip harian Haaretz.

Duta besar Israel untuk Amerika ini belum mengeluarkan pernyataan soal berita dari media Israel itu.

Uni Eropa, yang merupakan salah satu dari kuartet Timur Tengah, sebelumnya mengecam keputusan Israel membangun rumah di Yerusalem Timur itu.

Berita terkait