Amerika tekan Cina soal nuklir Iran

Barack Obama presiden Amerika Serikat
Image caption Obama menelpon Hu Jintao selama satu jam dari pesawat kepresidenan

Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta langsung kepada Presiden Cina Hu Jintao agar kedua negara bekerja sama dalam masalah nuklir Iran.

Dalam pembicaraan lewat telepon Barack Obama menegaskan "pentingnya bekerja sama untuk memastikan Iran bisa... memenuhi kewajibannya," demikian isi pernyataan Amerika Serikat.

Pembicaraan kedua presiden terjadi ketika pejabat tertinggi nuklir Iran, Saeed Jalili, berada di Cina untuk melakukan perundingan.

Beijing sepakat bahwa sanksi "tidak efektif", ujar Jalili.

"Dalam perundingan dengan Cina telah disepakati bahwa langkah seperti sanksi tidak lagi efektif."

"Sanksi internasional tidak akan bisa mencegah Iran melanjutkan kegiatan nuklir," ujarnya kepada wartawan di Beijing.

Menteri luar negeri Cina mengatakan masih berharap masalah nuklir ini bisa diselesaikan lewat perundingan.

Pembicaraan serius

Dalam pembicaraan telepon itu Presiden Cina Hu Jintao meminta hubungan yang "sehat dan stabil" dengan Amerika Serikat.

Kedua pemimpin ini juga membicarakan Taiwan dan pentingnya menerapkan kesepakatan G20 yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Image caption Negara barat menuduh Iran berencana membuat senjata nuklir

Pembicaraan ini menandai satu minggu untuk mengatasi ketegangan antara kedua negara yang baru-baru ini berselisih soal Tibet, perdagangan dan Taiwan.

Namun disaat dunia barat dan Iran terlibat konfrontasi panas soal program nuklirnya, Cina kini menjadi harapan untuk langkah selanjutnya.

Awal minggu ini Presiden Barack Obama mengatakan ingin ada sanksi baru PBB pada Iran "dalam beberapa minggu".

Cina, yang memiliki hak veto di Dewan Keamanan PBB yang memiliki hubungan erat dengan Iran, sebelumnya menyatakan keraguan penerapan sanksi baru.

Akan tetapi dutabesar Amerika untuk PBB, Susan Rice, mengatakan pada hari Kamis bahwa Iran mengisyaratkan bahwa negara itu siap melakukan "pembicaraan" serius dengan negara barat mengenai resolusi baru PBB.

Negara-negara barat menuduh Iran berupaya membuat senjata nuklir, tuduhan yang dibantah Iran.

Baru -baru ini Amerika Serikat dan Cina berselisih soal Tibet dan Taiwan.

Departemen luar negeri Cina mengatakan bahwa Presiden Hu Jintao memperingatkan Barack Obama agar tidak melawan Beijing dalam masalah-masalah itu.

Hu Jintao menegaskan bahwa masalah Taiwan dan Tibet adalah urusan dalam negeri mereka, masalah integritas wilayah dan kepentingna utama Cina, dan mengatasi masalah-masalah itu dengan baik merupakan kunci dalam memastikan hubungan yang sehat dan stabil antara Cina dan Amerika Serikat.

Cina marah ketika Obama bertemu dengan pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, pada bulan Februari. Negara ini juga marah ketika Taiwan mendapat persetujuan untuk membeli senjata dari Amerika Serikat.

Amerika Serikat juga mendukung perusahaan pencari di dunia maya, Google, yang prihatin soal kebijakan sensor di Cina, sementara perselisihan di sektor perdagangan juga masih belum diselesaikan.

Akan tetapi, Beijing tidak mengijinkan kapal pengangkut pesawat milik Amerika USS Nimitz berkunjung ke Hong Kong pada bulan Februari.

Satu masalah yang disepakati kedua negara adalah perlunya membawa Korea Utara kembali ke meja perundingan untuk membicarakan rencana mengakhiri program nuklirnya.

Berita terkait