KTT Mekong pertanyakan dam Cina

Sungai Mekong
Image caption Sebagian sungai Mekong sekarang dangkal sehingga tidak bisa dilayari.

KTT pertama negara-negara di sepanjang sungai Mekong akan meminta Cina menjelaskan dampak pembangunan di wilayahnya terhadap aliran sungai tersebut.

Sungai besar itu berawal di daratan Cina, negara yang membangun bendungan untuk mengatasi kekeringan panjang namun dianggap mempengaruhi aliran sungai di negara-negara lainnya.

Lebih dari 60 juta orang dari Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam bergantung pada aliran sungai Mekong.

Tingkat permukaan air di beberapa wilayah sungai saat ini merupakan yang terendah dalam 50 tahun sehingga tidak bisa dilayari oleh kapal kecil sekalipun.

Kekeringan yang panjang, endapan garam, dan berkurangnya kesuburan tanah telah mengancam produksi padi di daerah-daerah bawah sungai seperti Kamboja dan Vietnam.

Pertemuan para perdana menteri Thailand, Laos, Kamboja dan Vietnam itu diselenggarakan oleh Komisi Sungai Mekong pada hari Minggu di daerah wilsata Hua Hin di Thailand.

Cina dan Birma menghadiri konperensi sebagai rekan dialog, menjadi pertanda keseriusan tantangan diplomatik yang ada. Cina mengirim 27 delegasi.

Masalah luas

Beberapa pekan menjelang konperensi, keluhan negara-negara Asia Tenggara yang menggunakan sungai Mekong menyebabkan Cina berjanji untuk berbagi informasi lebih banyak mengenai masalah pengelolaan air.

Pada hari Senin Wakil Menteri Luar Negeri Cina Song Tao diperkirakan akan menjanjikan lebih banyak kerjasama.

Ia mengatakan kepada kantor berita resmi Cina Xinhua bahwa Cina siap untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara di kawasan bawah sungai Mekong dalam bidang penanganan kekeringan, bantuan banjir dan pembagian informasi.

Ditambahkannya bahwa Cina juga menjadi korban setelah 23 juta orang terkena kekeringan panjang di lima propinsi barat daya.

Para pegiat lingkungan telah lama menuduh program pembangunan dam di Cina mengganggu penghidupan kawasan bawah sungai dan mengubah ekologi sungai sehingga tidak bisa dikembalikan ke kondisi sebelumnya.

Namun Jeremy Bird, Kepala Sekretariat Komisi Sungai Mekong, mengatakan konperensi ini tidak hanya akan menyalahkan Cina.

"Topiknya tidak semata-mata mengenai pembangunan bendungan namun mengenai masalah yang lebih luas, mengenai kerjasama regional di kawasan Mekong. Ini mencakup banyak, banyak hal -navigasi, pengelolaan banjir, tenaga air, irigasi perikanan,"katanya.

Cina sudah memiliki maupun merencanakan delapan bendungan di sungai Mekong dan masih ingin menambah lagi, karena dianggap efektif untuk menyimpan cadangan air pada musim kering dan mencegah banjir pada musim hujan.

Negara-negara kawasan bawah sungai juga merencanakan atau sedang membangun beberapa bendungan.

Berita terkait