Bakiyev tinggalkan Kirgistan

Presiden Kurmanbek Bakiyev
Image caption Presiden Bakiyev digulingkan dalam pemberontakan berdarah awal bulan ini

Presiden Kirgistan yang digulingkan, Kurmanbek Bakiyev, telah meninggalkan negara itu dan terbang ke negara tetangga Kazakshtan.

Keberangkatannya itu menyusul insiden pemberontakan yang terjadi pada tanggal 7 April yang menewaskan banyak orang dan memaksa dia melarikan diri dari ibukota Kirgistan, Bishkek.

Dia sebelumnya mencoba menggalang dukungan di wilayah asalnya, Jalalabad, di kawasan selatan Kirgistan.

Pemerintah sementara Kirgistan mengatakan Bakiyev telah menanda tangani surat pengunduran diri.

Organisasi bagi Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) mengatakan kepergian Bakiyev ini juga sudah disepakati dengan Amerika, Rusia dan Uni Eropa.

Kantor berita Rusia Interfax melaporkan Bakiyev mungkin akan melanjutkan penerbangan ke Turki atau Latvia, tetapi hal itu tidak bisa dikonfirmasi.

Dalam perkembangan terpisah, media massa Kirgistan melaporkan mantan Menteri Pertahanan Kirgistan Baktybek Kalyev yang juga sekutu utama Bakiyev ditahan.

Radio Azatttyk melaporkan Kalyev dituduh memberi perintah ilegal untuk menembak warga yang tidak bersenjata, sehingga puluhan orang meninggal.

Berita terkait