Serangan bom di Pakistan

Pakistan bom
Image caption Perdana menteri Pakistan perintahkan penyelidikan atas serangan itu

Setidaknya 21 orang tewas dan 30 lainnya luka-luka akibat serangan bom bunuh diri ganda di tempat pengungsi Pakistan barat laut.

Polisi Pakistan mengatakan kedua bom itu meledak dalam jarak beberapa menit di tempat pengungsi Kacha Pukha yang terletak di luar kota Kohat.

Serangan bom itu menghantam sekelompok pengungsi yang sedang menunggu pembagian makanan.

Lebih dari satu juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka di wilayah kesukuan dekat perbatasan Afghanistan, yang menjadi lokasi pertempuran antara militer Pakistan dengan militan Islam.

Kepala polisi Kohat, DIlawar Khan Bangash, mengatakan serangan terjadi di tempat pembagian bantuan.

"Bagian tubub pelaku pembom bunuh diri itu telah dikumpulkan," ujarnya seperti dikutip kantor berita AFP.

Kompleks penampungan ini memberi tempat bagi warga asal wilayah Orakzai, tempat dimana militer negara itu memerangi kaum militan sejak akhir tahun 2009.

Sekitar 210 ribu warga sipil terpaksa meninggalkan rumah mereka, yang juga meliputi 50 ribu warga yang mengungsi bulan lalu setelah tentara memasuki wilayah itu.

'Biadab'

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mengecam serangan itu dan memerintahkan pihak keamanan meningkatkan "perlindungan bagi warga dari serangan terorisme".

Pihak aparat juga diperintah melakukan penyelidikan atas insiden yang digambarkan oleh menteri pertahanan Ahmad Mukhtar sebagai "sangat biadab dan pengecut" itu.

Dalam satu pernyataan yang dimuat oleh kantor berita Associated Press Pakistan, dia mengatakan teroris ingin membuat negara itu tidak stabil namun pemerintah akan mengambil segala cara untuk menghancurkan mereka.

Serangkaian serangan bom di Pakistan yang dituding dilakukan oleh al-Qaeda dan militan Taliban telah menewaskan lebih dari 3.200 orang dalam waktu kurang dari tiga tahun.

Presiden Amerika Barack Obama menyebut wilayah kesukuan di dekat perbatasan itu sebagai tempat paling berbahaya di dunia.

Pakistan merupakan sekutu Washington dalam upaya menstabilkan negara tetangga Afghanistan.

Berita terkait