Jonathan dilantik sebagai presiden Nigeria

Goodluck Jonathan, Nigeria
Image caption Goodluck Jonathan menyelesaikan sisa masa jabatan Yar'Adua

Penjabat Presiden Nigeria Goodluck Jonathan diambil sumpah sebagai kepala negara setelah Presiden Umaru Yar'Adua meninggal dunia.

Jonathan, yang mulai menjalankan tugas presiden sejak Februari, akan menunjuk wakil presiden dan menyelesaikan sisa masa jabatan presiden hingga pemilihan tahun depan.

Yar'Adua meninggal Rabu malam di ibukota Abuja.

Pemerintah Nigeria telah memberlakukan tujuh hari berkabung.

Jonathan mengucapkan sumpah jabatan di depan menteri dan pejabat tinggi lain di villa kepresidenan di Abuja sekitar 12 jam setelah Yar'Adua meninggal. Pengambilan sumpah dipimpin oleh Ketua MA Nigeria Alloysius Katsina-Alu.

Tantangan Nigeria

Usai bersumpah dia berpidato singkat dan menyatakan pemerintahnya akan berkonsentrasi pada tata pemerintahan yang baik, reformasi pemilihan dan perang melawan korupsi.

"Salah satu ujian sejati adalah bahwa semua suara dihitung dalam pemilihan presiden kita mendatang,'' kata Jonathan.

Yar'Adua, yang berusia 58 tahun, dimakamkan mengikuti ketentuan Islam Kamis waktu setempat di tempat asalnya, negara bagian Katsina, kata para pejabat.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan penghormatan kepada Yar'Adua dengan mengatakan dia memiliki integritas dan kepatutan pribadi yang mendalam.

Yar'Adua absen dari panggung politik sejak bulan November, ketika dia bertolak ke sebuah rumah sakit di Jeddah, Arab Saudi selama beberapa bulan.

Selama berada di luar negeri dia tidak mengeluarkan pernyataan apapun, kecuali wawancara dengan BBC.

Dia kembali ke Nigeria namun kondisinya terlalu lemah untuk melaksanakan tugas kepresidenan.

Berita terkait