Presiden Nigeria meninggal dunia

Umaru Yar'Adua
Image caption Umaru Yar'Adua sempat menjadi sumber sengketa hukum

Presiden Nigeria Umaru Yar'Adua meninggal dunia pada usia 58 tahun, kata seorang staff kepresidenan kepada BBC.

Jurubicara, yang menolak jati dirinya disebutkan, mengatakan Yar'Adua meninggal hari Rabu, namun belum ada pengumuman resmi.

Yar'Adua, yang mulai menjabat presiden tahun 2007, sakit sudah cukup lama, dan sudah beberapa bulan tidak muncul di depan publik.

Setelah tarik ulur politik, Wakil Presiden Goodluck Jonathan disepakati menjadi penjabat presiden bulan Februari.

Penjabat presiden telah diberitahu mengenai kematian Yar'Adua dan pemerintah akan segera mengeluarkan pernyataan, kata televisi negara hari Kamis, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Laporan dari Nigeria menyebutkan Yar'Adua meninggal Rabu antara pukul 2100 waktu setempat (Kamis, 0300 WIB) dan 2200 (0400 WIB) di kediaman presiden di ibukota, Abuja.

Pengganti

Bulan November, Yar'Adua bertolak ke sebuah rumah sakit di Jeddah, Arab Saudi dan menjalani perawatan di sana selama beberapa bulan. Dalam rentang waktu tersebut, tidak ada kabar mengenai perkembangan kondisi sang presiden, kecuali wawancara dengan BBC.

Dia mengatakan kepada BBC melalui telefon bulan Januari bahwa dia tengah mengalami pemulihan dan berharap 'dengan kemajuan besar' untuk bisa melanjutkan tugas-tugasnya.

Jurubicara kepresidenan mengatakan saat itu bahwa dia sedang dirawat akibat pericarditis, peradangan pada klapisan di sekeliling jantung.

Lamanya dia absen dari tugas kepresidenan dan kurang informasi terperinci mengenai kesehatannya menimbulkan ketidakmenentuan politik yang baru teratasi ketika Jonathan ditunjuk sebagai penjabat presiden.

Yar'Adua kembali ke Nigeria menjelang akhir Februari, tapi Jonathan tetap bertindak sebagai penjabat presiden.

Dia kini akan diambil sumpah sebagai presiden, kata beberapa laporan.

Berita terkait