Bom bunuh diri di Kabul tewaskan 19

Image caption Tujuh orang tewas dalam aksi bom bunuh diri di Kabul

Setidaknya 19 orang tewas dan puluhan orang terluka setelah sebuah bom mobil bunuh diri menyerang iring-iringan mobil NATO di Kabul, Afghanistan.

Berdasarkan informasi kepolisian setempat, serangan bom itu terjadi di perempatan Darulaman, tidak jauh dari gedung parlemen Afghanistan dan berbagai kantor pemerintah lainnya.

Pelaku bom bunuh diri dilaporkan mengemudikan sebuah mobil penuh bahan peledak dan menabrakkannya ke iring-iringan ISAF (pasukan multinasional NATO).

Sejauh ini seluruh korban tewas adalah warga sipil Afghanistan dan belum diketahui apakah serangan bom itu menewaskan atau melukai tentara NATO.

Saat ini, NATO dan kepolisian Afghanistan sudah mengamankan area serangan untuk melakukan penyelidikan. Sementara korban luka sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Meski pengamanan di Kabul terus diperketat, namun Kabul tetap menjadi sasaran utama berbagai serangan bom.

Wartawan BBC di Kabul, Mark Dummet mengatakan akibat serangan dan sejumlah serangan lainnya ini polisi telah menambah pos-pos pemeriksaan di seluruh Kabul.

Namun, kata Dummet, meski telah menambah pos pemeriksaan saat sulit memeriksa setiap mobil yang masuk ke dalam kota.

Sehingga, lanjut Dummet, serangan-serangan mematikan masih akan berlangsung di Afghanistan.

12 tewas di Pakistan

Image caption Ledakan bom menewaskan 12 orang di Dera Ismail Khan, Pakistan

Sementara itu 12 orang tewas, termasuk perempuan dan anak-anak, akibat ledakan bom di dekat mobil polisi di kota Dera Ismail Khan, Pakistan barat laut.

Aparat keamanan setempat mengatakan bom itu dipasang di sebuah sepeda dan mengincar wakil kepala polisi kota itu, yang tewas bersama penjaga dan pengemudinya.

"Target peledakan adalah wakil kepala polisi Iqbal Khan," kata seorang polisi lokal kepada BBC.

Iqbal Khan sedang masuk ke dalam mobilnya dan akan meninggalkan rumahnya di kawasan Kutchi Painda Khan ketika bom diledakkan dengan pengendali jarak jauh.

Dera Ismai Khan berbatasan langsung dengan Waziristan Selatan, wilayah yang diserang tentara Pakistan saat memburu Taliban tahun lalu.

Banyak warga Waziristan yang mengungsi ke kota itu ketika perang antara tentara Pakistan dan militan Taliban berkecamuk.