Irak tutup maskapai nasional

Iraqi Airways baru saja membuka kembali layanan terbang ke London
Image caption Iraqi Airways baru saja membuka kembali layanan terbang ke London

Pemerintah Irak menyatakan akan menutup perusahaan penerbangan milik negara Iraqi Airways setelah menyatakannya bangkrut.

Kementerian perhubungan Irak mengatakan kepada para wartawan bahwa maskapai tersebut akan ditutup menyusul sengketa dengan Kuwait mengenai kompensasi perang.

Kuwait Airways mengatakan perusahan Irak tersebut berhutang $1.2bn berkaitan dengan pesawat dan komponen pesawat yang disita selama invasi Irak terhadap Kuwait pada 1990.

Semua penerbangan terjadwal Airways flights dibatalkan, termasuk penerbangan mingguan antara Baghdad dan London dan penerbangan dari Baghdad ke beberapa tujuan di Timur Tengah, termasuk Teheran, Damaskus dan Kairo.

Kementerian mempersalahkan ''gangguan'' dari Kuwait atas kepailitan maskapai nasional Irak tersebut.

Bulan lalu tim pengacara yang bertindak atas nama pihak berwenang Kuwait mencoba melakukan penyitaan terhadap sebuah pesawat Iraqi Airlines yang tengah berada di bandara Gatwick, London.

Pesawat tersebut baru mendarat dari penerbangan langsung pertama antara Baghdad dan London setelah layanan semacam terhenti selama 20 tahun.

Chief executive maskapai penerbangan itu ditahan di London dan paspornya disita, namun dia kini sudah kembali ke Irak.

Awal bulan ini, Iraqi Airways mengatakan akan menghentikan penerbangan ke Eropa dan Swedia akibat upaya Kuwait memperoleh kompensasi.

Pengacara pemerintah Kuwaiti tidak bisa menyita pesawat-pesawat tersebut, sebab kendaraan utara itu disewa dari maskapai penerbangan lain, bukannya miliki Iraqi Airways sendiri.

Berita terkait