PM Jepang mengundurkan diri

Yukio Hatoyama
Image caption PM gagal memindahkan pangkalan militer Amerika.

Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama mengundurkan diri, hanya delapan bulan setelah memegang jabatan tersebut.

Keputusan ini diambil setelah dia gagal memenuhi janjinya selama kampanye pemilu yaitu memindahkan sebuah pangkalan militer Amerika yang tidak populer keluar dari pulau Okinawa.

Partai Hatoyama yaitu Partai Demokrat Jepang (DPJ) sedang berjuang untuk bisa menghidupkan kembali peluangnya memenangkan pemilihan sela bulan Juli mendatang.

Dia mengatakan dia juga meminta Sekretaris Jenderal DPJ, Ichiro Ozawa yang terlibat skandal dana untuk mundur guna "menghidupkan" kembali partai itu.

Kemenangan mutlak partai DPJ yang beraliran kiri tengah tahun lalu mengakhiri pemerintahan partai Konservatif di Jepang.

Hatoyama, 63 tahun adalah perdana menteri Jepang yang keempat dalam empat tahun belakangan.Dia masih akan menjabat hingga partai DPJ bertemu hari Jumat nanti untuk memilih seorang pemimpin baru, yang hampir pasti akan menjadi perdana menteri.

Menteri keuangan dan Wakil Perdana Menteri Naoto Kan dianggap sebagai calon yang berpotensi memenangkan jabatan ini, sudah menyatakan niatnya untuk ikut.

Ingkar janji

Sampai Selasa malam, Hatoyama masih bersikukuh bahwa dia akan tetap menjabat sementara mengadakan perundingan dengan pengurus teras partai Demokrat.

Hatoyama mulai memerintah delapan bulan lalu, tapi terancam kalah dalam pemilihan bulan Juli.

Pada akhir pekan, Partai Demokrat Sosial (SDP) meninggalkan koalisi yang memerintah akibat isu pangkalan militer Okinawa.

Tingkat dukungan publik untuk Yukio merosot setelah dia berbalik haluan dalam isu tersebut. Perubahan sikap itu sendiri dikatakan terkait dengan tekanan dari Amerika Serikat.

Dia telah berjanji untuk memindahkan basis Futenma yang keberadaannya ditentang warga Jepang dari Pulau Okinawa dalam kampanye pemilihan tahun lalu.

Partainya, Partai Demokratik Jepang (DPJ) menang dalam pemilihan tersebut.

Namun, Hatoyama kemudian mengatakan kepada warga pulau di belahan selatan Jepang tersebut bahwa memindahkan basis militer tersebut ''mustahil'' dilakukan.

Setelah perundingan dengan dengan AS pekan lalu, dia mengatakan pangkalan tersebut akan pindah ke kawasan yang penduduknya lebih jarah, distrik Henoko, sejalan dengan rencana yang diumumkan pada tahun 2006.

Berita terkait