Petraeus gantikan McChrystal di Afghanistan

petraeus
Image caption Jenderal Petraeus pernah menjadi panglima pasukan multinasional di Irak

Salah satu jenderal paling senior di jajaran angkatan bersenjata Amerika Serikat David Petraeus ditunjuk menjadi panglima pasukan asing di Afghanistan.

Jenderal Petraeus menggantikan Jenderal Stanley McChrystal yang dipecat oleh Presiden Barack Obama.

Pemecatan ini dilakukan setelah Jenderal McChrystal mengecam pemerintah Amerika dalam wawancara dengan majalah Rolling Stone.

Menurut Presiden Obama kritik Jenderal McChrystal terhadap para pejabat Amerika menggerus kepercayaan dan melemahkan kontrol sipil atas militer.

Posisi panglima pasukan asing di Afghanistan yang saat ini kosong untuk sementara diisi oleh Nick Parker, jenderal dari angkatan bersenjata Inggris. Petraeus bisa menjalankan tugasnya yang baru begitu lampu hijau dari Kongres Amerika keluar.

Jenderal Petraeus antara lain dikenal dengan keberhasilannya meredam aksi kelompok-kelompok perlawanan di Irak.

"Ia banyak mencatat kemajuan di Irak ketika menjabat sebagai panglima pasukan multinasional di Irak pada 2007-2008. Irak menjadi lebih stabil yang memungkinkan penarikan pasukan asing secara bertahap," kata Michael Codner, pengamat militer di lembaga kajian Royal United Services Institute di Inggris.

Bukan wajah baru

Codner juga mengatakan sebagai salah satu petinggi militer Amerika di kawasan yang meliputi Afghanistan, Jenderal Petraeus sejak lama ikut menangani Afghanistan.

Tugas yang akan diemban Jenderal Petraeus di Afghanistan jelas tidak mudah.

Pemecatan Jenderal McChrystal adalah langkah mundur bagi NATO, Amerika, dan pemerintah Afghanistan.

Operasi Moshtarak untuk menumpas kelompok perlawanan, kata Codner, harus diteruskan.

Jenderal Petraeus harus menunjukkan sejak hari pertama bahwa berbagai strategi pasukan koalisi di Afghanistan bisa diterapkan dengan efektif.

Ia juga harus bisa mengoptimalkan kemampuan politiknya untuk membangun kembali citra bahwa tidak ada perpecahan antara pemimpin militer dan sipil di Amerika.

Di luar itu, Jenderal Petraeus harus meyakinkan para mitra Amerika agar kontribusi mereka di Afghanistan tidak dihentikan.

Berita terkait