Aktivis antiperburuan paus bersalah

Peter Bethune
Image caption Bethune tidak langsung menjalani hukuman penjara karena ditangguhkan

Sebuah pengadilan Jepang menyatakan seorang aktivis antiperburuan paus dari Selandia Baru bersalah melakukan serangan, membawa pisau dan masuk tanpa izin ke kapal penangkap ikan milik Jepang di lepas pantai Antartika awal tahun ini.

Pengadilan menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun kepada Peter Bethune dari kelompok konservasi Sea Shepherd Conservation tetapi pelaksanaannya ditangguhkan.

Pihak berwenang Jepang menerjunkan polisi dalam jumlah besar di sekitar pengadilan. Para pengunjuk rasa dari kelompok nasionalis mengusung berbagai spanduk yang menyebut Sea Shepherd Conservation sebagai organisasi teroris dan menyerukan pengadilan menjatuhkan vonis berat kepada Peter Bethune.

" Di dalam ruang sidang pengadilan hakim menyatakan warga Selandia Baru ini bersalah atas lima dakwaan, antara lain melakukan serangan, masuk tanpa izin dan membawa pisau," lapor wartawan BBC di Tokyo Roland Buerk.

Penelitian

Aktivis antiperburuan paus tersebut ditangkap setelah menaiki kapal harpun Jepang bulan Februari.

Dia mengatakan dirinya bermaksud menahan kapten kapal karena tabrakan dengan perahu yang ditumpanginya sehingga tenggelam. Bethune selanjutnya dibawa ke Jepang dan ditahan oleh Penjaga Pantai.

Secara resmi perburuan paus dibekukan sejak tahun 1986 tetapi Jepang memandang perburuan yang terus mereka lakukan sebagai misi penelitian ilmu pengetahuan, meskipun mereka juga tidak menyembunyikan bukti bahwa sebagian besar daging paus akhirnya dijual.

Bethune adalah aktivis antiperburuan paus pertama yang disidangkan di Jepang.

Berita terkait