AS dan Rusia sepakat melakukan pertukaran mata-mata

Anna Chapman
Image caption Anna Chapman diperkirakan terbang ke Moskow pada hari Jumat.

Amerika Serikat akan mendeportasi 10 orang yang terlibat kegiatan mata-mata ke Moskow untuk ditukar dengan empat orang yang terbukti melakukan spionase di Rusia.

Hakim di New York memerintahkan deportasi secepat mungkin dan diperkirakan mereka akan meninggalkan daratan Amerika dalam waktu beberapa jam.

Sepuluh orang itu mengaku bersalah melakukan aksi mata-mata untuk negara asing namun dakwaan pencucian uang dicabut.

Ibu dari Anna Chapman -salah seorang diantara 10 agen Rusia yang akan dideportasi- mengatakan dia mengharapkan anaknya akan terbang ke Rusia pada hari Jumat.

Kehadiran mereka di pengadilan merupakan penampilan pertama di depan umum sejak ditangkap bulan lalu.

Adapun tersangka mata-mata yang ke sebelas melarikan diri setelah dibebaskan dengan jaminan di Siprus, tempat ia ditangkap.

Jaksa penuntut umum menuduh para tersangka mata-mata berkedok menjadi warga negara biasa dan diperintahkan oleh Dinas Intelijen Luar Rusia (SVR) untuk menginfiltrasi lingkaran pengambilan kebijakan serta mengumpulkan informasi.

Belum pasti

Rincian dari empat orang yang akan dibebaskan Rusia belum diungkapkan selain bahwa mereka diduga memiliki "kontak dengan dinas intelijen Barat."

Salah seorang yang diperkirakan akan dibebaskan oleh Moskow adalah ahli nuklir Igor Sutyagin, yang sudah dipindahkan ke Moskow dari sebuah penjara di dekat Kutub Utara.

Dia mengatakan kepada keluarganya di Moskow bahwa dia akan diterbangkan ke Wina pada hari Kamis dan pembebasannya merupakan bagian dari kesepakatan antara pemerintah Rusia dan Amerika Serikat.

Sebelumnya, pengacaranya dikutip oleh media Rusia mengatakan bahwa Sutyagin sudah tiba di Wina, namun ayahnya, Vyaceslav, membantah.

"Itu semua spekulasi, jangan ditanggapi serius," katanya kepada BBC.

Sutyagin dijatuhi hukuman penjara di Rusia pada tahun 2004 karena melakukan kegiatan mata-mata untuk CIA.

Saudara laki-lakinya mengatakan Igor diberi tahu pejabat Rusia bahwa pembebasanya menjadi bagian dari pertukaran mata-mata dan ada pejabat Amerika Serikat yang hadir dalam pertemuan itu.

Berita terkait