Swiss tolak ekstradisi Polanski

Roman Polanski
Image caption Polanski berada dalam tahanan rumah di Swis sejak 2009.

Pihak berwenang Swiss sudah memutuskan untuk tidak mengekstradisi sutradara film Roman Polanski ke Amerika Serikat.

Menteri Kehakiman Swiss, Eveline Widmer-Schlumpf, dalam konperensi pers di Bern mengatakan selain tidak diekstradisi ke Amerika Serikat, langkah-langkah untuk membatasi kebebasannya juga sudah dicabut.

Dia menambahkan bahwa alasan keputusan itu didasarkan pada alasan bahwa jika dia diekstradisi maka dia tidak akan bisa dikecualikan dari tuntutan walau sudah menjalani hukuman.

Amerika Serikat meminta ekstradisinya untuk menjalani hukuman dalam kasus hubungan seks dengan remaja perempuan berusia 13 tahun pada 1977.

Dia dituduh memberi minuman champagne dan obat bius kepada anak perempuan itu di rumah aktor Jack Nicholson sebelum memaksa melakukan hubungan seks.

Polanski, 76 tahun, berada dalam tahanan rumah di vilanya di Swiss sejak tahun 2009 sambil menunggu keputusan ekstradisi.

Catatan hakim

Swiss ingin mendapatkan catatan hakim yang bertanggung jawab dalam kasus itu, bahwa pada tanggal 19 September 1977 hakim itu mengatakan kepada semua pihak bahwa masa 42 hari yang dihabiskan Polanski di ruang perawatan sakit jiwa merupakan total hukuman penjara yang harus dia jalani.

Namun Amerika Serikat menolak permintaan tersebut karena merupakan dokumen yang dirahasiakan.

"Dengan mempertimbangkan adanya keraguan dalam presentasi kasus tersebut, maka permintaan (ekstradisi) harus ditolak," kata Eveline Widmer-Schlumpf.

Keputusan ini -yang memungkinkan Polanski kembali ke Prancis berkumpul dengan anak dan istrinya- disambut gembira oleh penasehat hukum Polanski, Georges Kiejman.

"Saya memberi penghormatan kepada keadilan Swiss. Analisa judisialnya amat benar," kata Kiejman kepada kantor berita AFP.

"Saya kira kesalahpahamam dengan pihak berwenang Amerika Serikat akan lebih mudah diselesaikan dan pada suatu hari nanti dia akan bisa kembali ke Amerika Serikat," tambahnya.

Salah seorang pendukung Polanski, penulis dan filsuf Prancis, Bernard-Henry Levy, mengatakan sudah berbicara dengan Polanski yang amat gembira.

"Saya sudah berbicara dengannya. Dia merasakan yang sama dengan jutaan orang yang mendukungnya," tambah Levy.