Ledakan di Uganda, 64 tewas

Korban ledakan di Uganda
Image caption Ledakan terjadi ketika orang menonton final Piala Dunia

Sedikitnya 64 orang tewas, termasuk seorang warga Amerika, dalam ledakan ganda di ibu kota Uganda, Kampala.

Belum diketahui apa yang penyebab ledakan yang dikatakan polisi terjadi di sebuah klub rugbi dan sebuah restoran ketika penggemar sepakbola menyaksikan final Piala Dunia.

"Bom-bom ini jelas mengincar massa yang menyaksikan Piala Dunia," Inspektur Jenderal Polisi Kale Kayihura.

Militan Somalia sudah pernah mengancam akan menyerang Kampala sementara tentara Uganda digelar di Mogadishu.

Sekitar 5000 tentara Uni Afrika dari Uganda dan Burundi berpangkalan di Mogadishu untuk melindungi pemerintah yang rapuh.

Pasukan Amisom ini sering terlibat bentrokan dengan kelompok Islam yang menguasai bagian selatan dan tengah Somalia.

Militan Somalia

Kayihura yakin kelompok militan Somalia al-Shabab berada di belakang penyerangan itu.

Jika benar, ini akan merupakan serangan pertama kelompok itu di luar Somalia.

Di Mogadishu,komandan al-Shabab menyatakan "senang" dengan serangan-serangan di Uganda.

Namun Sheik Yusuf Sheik Issa menolak untuk mengukuhkan apakah al-Shabab bertanggung jawab atas pemboman itu.

Dia mengatakan kepada kantor berita AP, "Uganda adalah salah satu musuh kami. Apapun yang membuat mereka menangis, membuat kami senang. Semoga kemarahan Tuhan menimpa mereka yang menentang kami."

Inspektur Jenderal Kayihura di tempat terjadinya ledakan mengatakan, "Informasi yang kami miliki menunjukkan orang yang menyerang restoran Ethiopian Village mungkin mengincar ekspatriat."

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan, ledakan itu "sangat disesalkan dan tindakan pengecut"

Kedubes Amerika Serikat di Kampala membenarkan salah seorang warga Amerika meninggal dalam insiden itu.