Tahanan politik Kuba ke Spanyol

Keluarga tahanan
Image caption Keluarga tahanan politik diminta untuk bersiap pergi dalam waktu singkat

Sekelompok tahanan politik yang telah dibebaskan Pemerintah Kuba terbang menuju Spanyol untuk memulai hidup baru di tempat pengasingan.

Tujuh orang pembangkang ini kemudian menuju Bandara Havana untuk bertemu dengan keluarga yang akan pergi bersama mereka.

Mereka termasuk dalam 52 tahanan pertama yang dibebaskan sesuai dengan perjanjian yang dimediasi oleh Gereja Katolik Roma dan Diplomat Spanyol, pekan lalu.

Pemerintah Kuba berjanji untuk membebaskan 52 orang tahanan politik, tetapi tidak diketahui jumlah tahanan yang akan diterbangkan ke Spanyol.

Pejabat pemerintah Kuba mengatakan mereka tidak diharuskan tinggal di Spanyol dan bebas untuk pergi ke negara lain. Amerika Serikat dan Cile menawarkan suaka pada mereka.

Elizardo Sanchez, Kepala Komisi HAM dan Rekonsiliasi Nasional Kuba (CCHRNR), mengatakan setidaknya tiga orang tahanan menyampaikan kepada Gereja Katolik untuk tetap tinggal di Kuba.

Protes berlanjut

Para mantan tahanan berkumpul dengan istri dan anak-anak mereka Senin (12/7) malam. Pejabat konsulat Spanyol di bandara mewawancarai mereka satu per satu dan memberikan visa kepada mereka.

Salah satu narapidana yang dibebaskan, Omar Ruiz, kepada kantor berita Associated Press melalui telepon mengatakan: "Saya tidak menganggap sudah dibebaskan sampai saya tiba di Spanyol."

Beberapa jam sebelum keberangkatan, keluarga mereka sudah diberitahu untuk bersiap meninggalkan Kuba secepatnya.

"Minggu mereka melakukan tes kesehatan, mengisi formulir untuk membuat paspor dan mengatakan kepada kami untuk bersiap mulai hari ini," Irene Viera, istri Julio Cesar Galvez, kepada Associated Press.

"Saya sangat gugup menghadapi kondisi ini," kata dia. "Saya akhirnya bisa bertemu dengannya tanpa status tahanan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun."

Istri wartawan Ricardo Gonzalez mengatakan kepad BBC, hal pertama yang akan dilakukan setelah tiba di Spanyol adalah melakukan perjalanan jauh bersama.

Sebelumnya, Perdana Menteri Spanyol Miguel Angel Moratinos mengatakan lebih dari 11 tahanan dan 65 anggota keluarga mereka akan tiba pada Selasa waktu setempat.

Pembebasan para tahanan diumumkan Rabu pekan lalu, dan akan menjadi peristiwa besar dalam dekade ini. Dalam perjanjian itu disebutkan 52 orang tahanan akan dibebaskan sampai bulan depan.

Mereka merupakan bagian dari kelompok pembangkang yang berjumlah 75 orang pada tahun 2003, dan mendapatkan hukuman penjara enam sampai 28 tahun. 23 orang diantaranya sudah dibebaskan.