AS 'kecewa' soal Polanski

Image caption Polanski ditangkap di Swiss bulan September 2009

Amerika mengatakan pihaknya "kecewa" atas keputusan Swiss untuk tidak mengekstradisi sutradara film Roman Polanski.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan akan tetap mengupayakan penahanan dan ekstradisi Polanski atas dakwaan melakukan hubungak seksual dengan seorang anak perempuan di bawah umur pada tahun 1977.

"Kami belum lupa akan kasus ini," kata Phillip Crowley kepada wartawan.

Kementrian kehakiman Swiss mengatakan Amerika tidak memberikan argumen yang meyakinkan bagi ekstradisi Polanski sejak dia ditangkap tahun lalu, dan bahwa sekarang dia bebas.

Setelah mendengar putusan itu Polanski menyampaikan "rasa terima kasih yang besar" kepada para pendukungnya.

"Saya hanya ingin, dari lubuk hati saya, berterima kasih kepada semua orang yang mendukung saya," kata sutradara warga Prancis kelahiran Polandia itu.

Dia juga dilaporkan telah meninggalkan rumah peristirahatannya di kota Gstaad di pegunungan Alpen, tempat dia berada dalam tahanan rumah selama delapan bulan terakhir.

Pesan bagi kaum perempuan

Pada hari Senin Menteri Kehakiman Swiss, Eveline Widmer-Schlumpf, mengumumkan bahwa "langkah-langkah untuk membatasi kebebasan Polanksi" telah dihentikan.

"Polanski sekarang bisa bebas bergerak. Dia adalah seseorang yang bebas," katanya, dan menambahkan bahwa "sekarang bukan waktunya untuk memutuskan bahwa dia bersalah atau tidak".

Kementrian kehakiman Swiss mengatakan tidak mungkin menutup mata terhadap "kesalahan dalam permohonan ekstradisi Amerika."

Amerika gagal mementahkan argumen Polanski bahwa dia melarikan diri sebelum vonis dijatuhkan di tahun 1978 karena dia yakin hakim tidak akan memenuhi kesepakatan yang telah disetujui, demikian menurut pernyataan itu.

Tetapi kepada wartawan juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika, Phillip Crowley, mengatakan Amerika mempertanyakan keputusan itu.

"Pemerkosaan terhadap anak perempuan berusia 13 tahun oleh seorang dewasa yang seharusnya lebih tahu dan memang lebih tahu, merupakan tindakan kejahatan," katanya.

"Kami akan terus berupaya mencapai keadilan dalam kasus ini dan kami akan meninjau lagi pilihan-pilihan kami."

"Kami merasa kasus ini menyampaikan pesan yang sangat penting mengenai bagaimana kaum perempuan dan anak-anak perempuan diperlakukan di seluruh dunia," tambah Crowley.

"Mengesampingkan kasus ini berdasarkan alasan teknis menurut kami sangat disayangkan."

Polanski awalnya didakwa enam pasal, termasuk memperkosa. Pada tahun 1978 dia mengaku bersalah melakukan hubungan seks ilegal setelah mencapai kesepakatan dengan pengadilan. Polansi sempat mendekam di penjara selama 42 hari.

Berita terkait