Warga Yaman dipulangkan dari Guantanamo

Tahanan Guantanamo
Image caption Sebanyak 600 orang tinggalkan Guantanamo sejak tahun 2002

Warga Yaman yang ditahan di Guantanamo selama delapan tahun telah dipulangkan ke negaranya.

Pemulangan itu dilakukan setelah pengadilan Amerika Serikat memerintahkan pembebasan Mohammed Odaini,26 tahun, karena tidak ada hubungan dengan Al Qaida dan karena penahanan yang salah.

Namun Pentagon menyatakan tetap menolak pemulangan warga-warga Yaman karena situasi keamanan negara itu.

Di Teluk Guantanamo masih terdapat 180 orang Yaman.

Hampir 600 orang telah meninggalkan Guantanamo sejak tahun 2002.

Pemerintah Amerika Serikat belum memberikan jadwal waktu untuk menutup fasilitas yang kontroversial itu.

Tak terbukti

Dalam putusan yang dikeluarkan 26 Mei, Hakim Henry Kennedy mengatakan, pengacara pemerintah Amerika Serikat gagal meyakinkan dia bahwa Odaini secara hukum dapat ditahan.

"Bukti di pengadilan menunjukkan bahwa menahan Odaini dengan pengorbanan besar bagi dia tidak membuat Amerika Serikat lebih aman," katanya.

"Tidak ada bukti bahwa Odaini memiliki hubungan dengan Al Qaida," lanjutnya.

Dia juga mengatakan, "Pihak berwenang telah menahan pemuda Yaman ini di Kuba dari usia 18 sampai 26 tahun."

"Mereka mencegah dia menemui keluarganya dan mencegah peluang dia menyelesaikan studinya serta memulai karir dia,"katanya.

Odaini merupakan orang Yaman pertama yang dipulangkan sejak Presiden Barack Obama menghentikan pemulangan, tulis kantor berita Reuters.

Penghentian pemulangan itu dilakukan setelah klaim bahwa kelompok yang terkait Al Qaida Yaman berada di belakang pemboman yang gagal terhadap pesawat jet AS pada Hari Natal.

Kementerian Pertahanan Amerika menyatakan, "Penangguhan pemulangan orang Yaman dari Guantanamo merupakan pengaruh situasi keamanan yang ada di sana."

"Namun demikian, pemerintah menghormati keputusan pengadilan Federal Amerika Serikat yang memerintahkan pembebasan Odaini," katanya.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung bulan Juni 2008, tersangka orang asing diberi hak menggugat penahanan mereka di Guantanamo di pengadilan sipil.