Uruguay berpesta untuk tim nasional

Image caption Ribuan warga menyambut kedatangan tim nasional Uruguay di jalan-jalan utama kota Montevideo

Pesta ternyata tak hanya milik sang juara dunia, Spanyol. Ternyata, bagi rakyat Uruguay peringkat keempat yang diraih Diego Forlan dkk sudah cukup menjadi alasan untuk menggelar pesta besar.

Meski cuaca dingin menggigit, jalan-jalan utama di ibu kota Montevideo tetap dipenuhi fans tim nasional Uruguay. Dengan menggunakan kendaraan bermotor atau berjalan kaki mereka terus meneriakkan yel-yel untuk para pemain pujaan mereka.

Ribuan orang itu mengenakan kaus berwarna biru langit ketika seluruh anggota tim nasional menerima penghargaan dari Presiden Uruguay Jose Mujica.

Wajar saja jika warga Uruguay berpesta karena peringkat keempat adalah prestasi terbaik La Celeste selama 40 tahun terakhir di ajang Piala Dunia.

Kebahagiaan Uruguay bertambah ketika bintang mereka Diego Forlan meraih bola emas sebagai pemain terbaik dalam turnamen empat tahunan itu.

Presiden Uruguay Jose Mujica memuji penampilan para pemain La Celeste di Afrika Selatan. Presiden Mujica mengatakan aksi Luis Suarez, Diego Forlan dkk yang penuh semangat mempersatukan Uruguay yang menurut sang presiden secara sosial dan politik sulit dipersatukan.

Image caption Diego Forlan menjadi pemain terbaik Piala Dunia 2010

"Anda semua telah memberi negeri ini pelajaran soal keberanian dan memberi kami keberanian untuk berharap dan bermimpi," ujar Presiden Mujica.

Sebenarnya Uruguay pernah memiliki nama besar di kancah sepakbola dunia. La Celeste adalah pemegang medali emas sepakbola Olimpiade 1924 dan 1928.

Uruguay juga menjadi juara dunia pertama tahun 1930 kemudian mengulanginya tahun 1950 setelah mengalahkan Brasil di kandangnya sendiri. Selain itu, Uruguay juga memegang 14 kali juara Piala Amerika Selatan yang terakhir kali mereka rebut tahun 1995.

Uruguay terakhir kali tampil di semifinal adalah dalam Piala Dunia 1970 di Meksiko. Dalam pertandingan yang dilangsungkan di Stadion Azteca itu, Uruguay menyerah dari Jerman Barat lewat gol tunggal Wolfgang Overath.