Hong Kong sepakati upah minimum

Gedung-gedung Hong Kong
Image caption Kalangan bisnis dan buruh memperdebatkan upah minimum

Dewan Legislatif Hong Kong meloloskan undang-undang upah minimum untuk pertama kalinya namun tidak menyertakan pembantu rumah tangga yang sebagian besar berasal dari Indonesia dan Filipina.

Tingkat pembayaran masih belum diputuskan karena para majikan menginginkan batas maksimum tiga dollar atau Rp 27 ribu per jam, sementara serikat buruh menetapkan upah minimum empat dolar Rp 36 ribu.

Anggota dewan yang beranggotakan 60 orang menyatakan dukungan terhadap RUU ini setelah berdebat selama 40 jam.

"Tidak diragukan lagi ini adalah saat bersejarah bagi Hong Kong. Kami sekarang meninggalkan praktek tidak adil ekonomi kapitalis," kata Lee Cheuk-yan anggota parlemen yang juga pemimpin Federasi Serikat Buruh Hong Kong kepada kantor berita AFP.

Berdasarkan peraturan baru ini, tingkat upah akan dikaji setiap dua tahun, bukan setiap tahun seperti dituntut serikat buruh.

Masalah kontroversial ini memecah belah sektor bisnis dengan serikat buruh selama lebih sepuluh tahun.

Sebelumnya pimpinan perusahaan cepat saji raksasa Cafe de Coral, Michael Chan mengatakan perusahaannya akan menolak jika usulan serikat buruh mengenai upah per jam diloloskan. Majalah Forbes memasukkan Chan sebagai orang terkaya ke 35 di Hong Kong.

PRT tidak termasuk

Undang-undang upah minimum ini mengatur kategori buruh gaji rendah seperti tukang masak, tetapi tidak memasukkan 280 ribu pembantu rumah tangga asing yang tinggal di rumah majikan.

Sebagian besar pembantu rumah tangga di Hong Kong berasal dari Indonesia dan Filipina.

Saat ini mereka dijanjikan upah bulanan sebesar US$ 450 dolar atau sekitar Rp 4 juta.

Pemerintah menyatakan mereka tidak dimasukkan karena sulit menghitung jam kerja PRT yang bekerja selama 24 jam dan dijanjikan tempat tinggal, makanan, kesehatan dan biaya pulang kampung.

Setiap hukum upah minimum "harus memperhatikan kepentingan semua pihak", kata pejabat Perburuhan dan Kesejahteraan Matthew Cheung kepada para anggota parlemen seperti dikutip kantor berita Associated Press.

Hong Kong termasuk kawasan kaya dengan Produk Domestik Bruto US$30.863 tetapi berada pada peringkat teratas dalam hal ketidaksetaraan pemasukan diantara negara-negara maju.

Berita terkait