AS: ilmuwan Iran mata-mata

shahram amiri
Image caption Sharam Amiri mengaku disiksa oleh Amerika Serikat

Media Amerika melaporkan bahwa ilmuwan Iran yang mengaku diculik oleh Amerika Serikat selama bertahun-tahun memberi informasi bagi negara itu sebelum menghilang tahun lalu.

Sejumlah pejabat Amerika Serikat yang namanya tak disebut mengatakan kepada wartawan bahwa Shahram Amiri dibayar US$5 juta untuk "informasi asli penting".

Amiri pulang ke Teheran dari Amerika Serikat pada hari Kamis dan disambut seperti pahlawan.

Dia menghilang saat melakukan ibadah Haji ke Arab Saudi tahun lalu, dan muncul kembali pada bulan Juli dan meminta dipulangkan.

Laporan harian New York Times dan kantor berita Associated Press mengutip pejabat Amerika Serikat yang tak disebutkan namanya yang membantah pengakuan Amiri bahwa dia disiksa oleh CIA saat berada di Amerika Serikat.

"Keselamatan jiwanya sangat tergantung pada cerita fantasinya mengena tekanan dan siksaan," tulis New York Times yang mengutip pejabat itu.

"Tantangannya adalah mencoba meyakinkan pihak keamanan bahwa dia tidak pernah bekerja untuk Amerika Serikat."

'Diluar jangkauan'

Kantor berita Associated Press mengutip satu pejabat yang mengatakan bahwa Amiri meninggalkan identitas baru yang dibuat untuknya dan dana jutaan dolar yang ada di satu rekening bank Amerika Serikat.

"Semua miliknya sekarang diluar jangkauan karena sanksi keuangan yang dikenakan pada Iran," ujar pejabat itu.

Para pejabat ini berbicara kepada wartawan dengan syarat tidak disebut namanya karena tidak mendapat ijin untuk membicarakan operasi rahasia.

Namun Amiri mengatakan dia menjalani siksaan mental dan fisik luar biasa oleh Amerika Serikat.

Setelah menghilang tahun lalu, minggu ini dia muncul di kedutaan besar Pakistan di Washington dan meminta untuk dipulangkan.

Amerika Serikat mengatakan dia berada di negara itu "atas kemauan sendiri" dan membantah dia disiksa.

Amiri sebelumnya adalah peneliti di satu universitas dekat Teheran.

Dia mengatakan tidak memiliki pengetahuan program senjata rahasia apapun.

Pejabat Amerika dikutip media mengatakan bahwa Amiri memang ilmuwan kelas rendah, tetapi sebelumnya mereka berharap bisa mempergunakan Amiri untuk bisa mengenal para pejabat tinggi Iran.

Seorang mantan agen CIA, yang juga menolak disebut namanya, mengatakan Amiri adalah bagian dari program mengumpulkan informasi intelijen yang bertujuan menarik ilmuwan nuklir Iran untuk pindah ke Amerika Serikat.

Berita terkait