Bom bunuh diri di Baghdad tewaskan 43 jiwa

Bom di pinggiran Baghdad
Image caption Anggota Sahwa kini menjadi sasaran serangan kelompok militan.

Seorang pembom bunuh diri di pinggiran kota Baghdad menewaskan sedikitnya 43 jiwa dan melukai 40 lainnya.

Kepolisian mengatakan pembom tersebut menyerang anggota milisi bersenjata Sunni -yang mendukung pemerintah- yang sedang antri untuk mendapat gaji di kota Radwaniya, di sebelah barat daya Baghdad.

Dua tentara pemerintah Irak dilaporkan termasuk dalam korban yang luka.

"Ada sekitar 85 orang yang antri dalam tiga jalur di gerbang utama pangkalan militer untuk mendapat gaji ketika seorang pria datang mendekat," kata Tayseer Mahsen, saksi mata yang selamat kepada kantor berita Reuters.

"Ketika seorang tentara berupaya menghentikan, dia meledakkan diri," tambah pria berusia 20 tahun tersebut.

Walau kekerasan di Irak menurunkan dibanding masa-masa sebelumnya, terjadi peningkatan bom bunuh diri menjelang maupun setelah pemilihan umum Maret, yang hingga saat ini belum menghasilkan pemerintahan tetap.

Vakum kekuasaan

Milisi Sunni, yang dikenal dengan sebutan Sahwa atau Dewan Kebangkitan- pernah menjalin hubungan dengan al-Qaeda namun pada tahun 2006 menyeberang untuk mendukung pemerintah dan melawan jaringan al-Qaeda di Irak.

Keputusan Sahwa untuk bergabung dengan pasukan Irak dan Amerika Serikat tersebut ikut membantu pengurangan tingkat kekerasan secara umum di Irak, walau masih tetap ada sejumlah serangan bom bunuh diri.

Namun para anggota Sahwa kini menjadi target dari kelompok militan dan belakangan mengaku mendapat tekanan dari pasukan pemerintah Irak karena kekuasaan yang vakum setelah pemilihan umum bulan Maret yang tidak menghasilkan pemenang mutlak.

Kekosongan kekuasaan itu -akibat kegagalan kelompok Sunni, Syiah, dan Kurdi untuk membentuk pemerintahan koalisi- dimanfaatkan oleh pemberontak Sunni dengan melakukan sejumlah serangan bom bunuh diri.

Dan ketidakmampuan dalam mencapai pemerintahan koalisi tampaknya juga akan menghambat penarikan mundur pasukan tempur Amerika Serikat pada bulan Agustus ini, sebagai bagian dari penarikan total pasukan Amerika Serikat dari Irak tahun 2012.

Berita terkait