Karzai meminta akses ke anggaran bantuan

Hamid Karzai dan Hillary Clinton
Image caption Pertemuan internasional Afghanistan membahas bantuan ke negara itu

Presiden Afghanistan Hamid Karzai meminta kekuasaan lebih besar untuk anggaran bantuan milyaran dollar dalam konferensi internasional di Kabul.

Di depan hampir 40 menteri Nato dan perwakilan negara lainnya, Karzai akan menjanjikan lebih banyak tanggung jawab dengan imbalan meningkatnya keamanan.

Sekitar 20% bantuan internasional disalurkan melalui pemerintahan Afghanistan.

Amerika Serikat dan sekutunya juga menginginkan jaminan Karzai untuk menangani korupsi dan mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton hari Senin menyatakan konferensi ini "akan menunjukkan keterlibatan dan kepemimpinan orang Afghanistan yang lebih besar, sesuatu yang telah kami dorong".

Clinton menjelaskan, Washington "menekan pemerintahan Afghanistan di semua tingkat untuk lebih bertanggung jawab untuk mengusut korupsi".

Peringatan AS

Dia juga memperingatkan upaya perdamaian dengan Taliban, Al Qaida dan kelompok militan lainnya yang dianggap AS tidak bisa didamaikan.

"Kami memberi

kan saran kepada sahabat kami di Afgganistan untuk menghadapi mereka yang mendukung perdamaian dimana kompetisi

dilakukan di bidang politik melalui kotak suara, bukan melalui kekuatan senjata," katanya.

Taliban menegaskan mereka akan bertempur sampai semua kekuatan asing meninggalkan Afghanistan.

Aparat keamanan dikerahkan dalam kekuatan penuh di ibu kota Afghanistan menjelang konferensi dengan berbagai pos pemeriksaan muncul semalam.

Beberapa ledakan keras terdengar dekat kompleks diplomatik dan pemerintah Senin malam yang para wartawan sebutkan kemungkinan disebabkan roket.

Dalam beberapa bulan terakhir Kabul diguncang oleh serangan bunuh diri Taliban.

Pertemuan perdamaian nasional di Kabul bulan lalu diserang oleh roket saat dibuka Karzai.

Menteri Dalam Negeri dan kepala dinas intelijen mengundurkan diri setelah kejadian itu.

"Kami siap 100% namun tidak berarti segala sesuatu akan berjalan sesuau rencana," ujar juru bicara Kementerian Dalam Negeri Zemarai Bashary kepada kantor berita Reuters.