Mantan mata-mata Korut ke Jepang

Kim Hyon-hui
Image caption Kim Hyon-hui sempat dihukum mati namun mendapat pengampunan.

Seorang mantan mata-mata Korea Utara yang meledakkan pesawat Korea Selatan dua tahun lalu, dan menewaskan 115 orang, diijinkan untuk berkunjung ke Jepang.

Kim Hyon-hui akan bertemu dengan warga Jepang yang diculik Korea Utara untuk melatih agen-agennya.

Pemerintah Jepang mengabaikan peraturan imigrasi agar Kim bisa berkunjung dan polisi tidak akan menyelidiki kasus penggunaan paspor Jepang palsu yang pernah dilakukan oleh Kim dulu.

Kim terbang dengan menggunakan pesawat khusus yang disewa pemerintah Jepang dan tiba di Bandara Haneda, Tokyo.

Setibanya di bandara, dia ditutup dari pandangan umum dengan beberapa payung besar dan langsung masuk ke dalam mobil yang membawanya ke rumah peristirahatan musim panas milik mantan Perdana Menteri Yukio Hatoyama.

Image caption Informasi dari Kim dianggap sudah tidak relevan lagi.

Perempuan berusia 48 tahun ini sempat divonis hukuman mati karena membom sebuah pesawat terbang milik Korea Selatan namun belakangan mendapat pengampunan dan menjadi penulis buku-buku laris.

Kritik dalam negeri

Warga Jepang yang akan dia temui adalah mereka yang diculik Korea Utara pada masa 1970-an dan 1980-an yang dipaksa melatih mata-mata untuk menyamar sebagai warga Jepang.

Sebelum pemboman pesawat Korea Selatan itu, Kim dilaporkan bertemu dengan beberapa dari mereka saat pelatihan, termasuk Mehumi Yokota yang diculik tahun 1977 ketika sedang berjalan menuju sekolahnya.

Delapan tahun lalu Korut mengakui telah menculik 13 orang dan mengijinkan lima diantaranya pulang dengan alasan yang lainnya sudah meninggal.

Jepang telah menuntut bukti-bukti tentang keberadaan mereka dan penyelidikan atas warga lain yang diduga diculik.

Kunjungan Kim ini memancing kritik dari warga Jepang.

Mereka berpendapat informasi yang diperoleh dari dia kemungkinan besar sudah tidak relevan dan kunjungannya itu dianggap sebagai sekedar memoles kebuntuan pemerintah untuk mencapai kemajuan dalam masalah penculikan warga Jepang oleh Korut.

Berita terkait