PM Inggris berunding dengan Obama

David Cameron dan Barack Obama
Image caption Kedua pemimpin mengecam pembebasan Megrahi

Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Presiden Amerika Barack Obama mengatakan hubungan khusus kedua negara sangat penting bagi keamanan dan kesejahteraan internasional.

Presiden Obama menyebut hubungan Amerika dengan Inggris sebagai hubungan yang "benar-benar khusus". Obama mengatakan hal tersebut dalam konferensi pers setelah mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri David Cameron di Gedung Putih.

Dia menambahkan dunia menjadi "lebih aman dan lebih makmur" ketika Inggris dan Amerika bekerja bersama.

Adapun PM Cameron menyebut hubungan kedua negara "sangat penting".

Kecam pembebasan al-Megrahi

Menurut Cameron, kedua pemimpin membahas berbagai masalah termasuk perang di Afghanistan, pemulihan ekonomi global dan masalah Timur Tengah.

Mereka juga membicarakan tumpahan minyak perusahaan BP di Teluk Meksiko.

Cameron mengatakan pihaknya memahami kemarahan Amerika atas bencana ini dan menekankan bahwa Amerika dan Inggris sama-sama berkepentingan atas keberhasilan BP.

"Saya paham betul atas kemarahan yang terjadi di Amerika. Kebocoran minyak di Teluk Meksiko merupakan bencana bagi lingkungan, industri perikanan, pariwisata," kata Cameron.

Kedua pemimpin juga mengecam keputusan untuk membebaskan pengebom Lockerbie, Abdelbaset Ali al-Megrahi. Obama mengatakan orang-orang "terkejut, kecewa dan marah".

Cameron meminta masyarakat tidak mencampur aduk tanggungjawab BP di Teluk Meksiko dengan pembebasan pengebom Libia. Baru-baru ini muncul tudingan bahwa BP melakukan lobi guna membebaskan Megrahi.

Belakangan kembali muncul kecaman atas keputusan pemerintah Skotlandia untuk membebaskan Megrahi atas pertimbangan kesehatan.

Warga Libia tersebut menderita kanker prostat dan ketika dibebaskan Agustus 2009 dia diperkirakan hanya bisa bertahan selama tiga bulan.

Dia kembali ke Libia dan sampai saat ini masih hidup.

Kunjungan PM Cameron ini adalah kunjungan kali pertama sejak menjabat sebagai perdana menteri.

Berita terkait