Pemain Prancis ditahan soal pelacur

Ribery, Benzema
Image caption Benzema dan Ribery sangkal melakukan kesalahan.

Polisi Prancis menahan Franck Ribery dan Karim Benzema terkait kasus dugaan jaringan pelacur di bawah umur.

Sumber-sumber polisi mengatakan polisi memiliki waktu hingga hari Kamis pagi untuk menahan kedua pemain itu.

Sebelumnya, media melaporkan bahwa kedua pemain bola itu ditanyai polisi atas permintaan seorang hakim penyidik yang melakukan investigasi atas tuduhan bahwa satu klub malam di Paris memperkerjakan perempuan di bawah umur sebagai pelacur.

Ribery tiba di markas besar polisi Prancis pada hari Selasa (20/07).

Kedua pemain ini membantah melakukan kesalahan.

Zahia Dehar -salah seorang perempuan yang dituduh bertemu dengan pelanggannya di klub malam tersebut saat masih berusia di bawah umur- telah mengatakan kepada para penyidik bahwa dia melakukan hubungan seks dengan kedua pemain sepakbola itu dan mendapat imbalan bayaran.

Ancaman penjara

Hukum Prancis mengatur bahwa berhubungan seks dengan seseorang berusia di bawah 18 tahun dianggap sebagai berhubungan seks dengan anak di bawah umur -meskipun usia batas pada umumnya adalah 15 tahun- dan diancam dengan maksimal penjara tiga tahun ditambah denda 45.000 Euro.

Zahia Dehar, yang kini berusia 18 tahun, mengatakan tidak pernah memberi tahu Ribery ataupun Benzema tenang usianya.

Kantor berita AFP melaporkan bahwa Ribery telah mengatakan kepada polisi dia melakukan hubungan seks dengan Zahia Dehar, namun menegaskan tidak tahu bahwa wanita itu masih berusia di bawah umur.

Sementara lewat pengacaranya, Benzema menyangkal melakukan kesalahan.

Awal tahun ini, polisi melancarkan operasi penggerebakan ke satu klub malam di Champs-Elysees bernama Cafe Zaman dan menahan 18 orang wanita dengan tuduhan pelacuran.

Zahia Dehar tidak termasuk dalam 18 wanita yang ditangkap, meski namanya sudah diketahui oleh para penyelidik yang menyadap telpon milik manajer cafe itu.

Berita terkait