Bahaya penggunaan asbes

Para buruh mengangkut asbes di Chongqing, Cina
Image caption Cina membatasi penggunaan asbes dalam tidak ada pengawasan di tambang-tambang kecil

Para pakar memperingatkan kemungkinan meningkatnya korban yang meninggal dalam dua dekade ke depan karena berlanjutnya penggunaan asbes, terutama di negara berkembang.

Dalam investigasi BBC dan konsortium wartawan investigativ, International Consortium of Investigative Journalists melacak penggunaan dana jutaan dolar untuk mempromosikan penjualan asbes ke negara berkembang, yang tidak memiliki peraturan ketat terkait keselamatan pekerja.

Industri asbes mengatakan bentuk yang digunakan sekarang ini adalah asbes putih yang menurut mereka aman bila ditangani dengan benar. Asbes putih digunakan dalam konstruksi dan banyak digunakan di negara berkembang untuk atap rumah, pipa air dan bahan bangunan lain.

Namun para ilmuwan memperingatkan asbes dapat menyebabkan kanker.

Negara-negara seperti Rusia, Cina, Brasil, dan India menggunakan asbes sebagai bahan bangunan yang murah.

Cina memiliki peraturan ketat soal penggunaan asbes, namun perusahaan-perusahaan kecil tidak diawasi.

Tahun 2009, Kanada mengekspor 153.000 ton asbes ke Indonesia, Thailand, Meksiko, Sri Lanka, Pakistan dan Uni Emirat Arab.

Asbes putih dilarang atau dibatasi penggunaannya di sekitar 52 negara dengan alasan asbes dalam bentuk apapun dapat menimbulkan penyakit.

Penentangan

Banyak ilmuwan khawatir penggunaan asbes ini dapat menyebabkan epidemi penyakit terkait bahan bangunan ini yang dimulai saat asbes biru dan putih masih legal.

Image caption Asbes putih dianggap sejumlah kalangan aman

WHO mengatakan asbes putih dapat "menyebabkan kanker pada manusia", termasuk mesothelioma.

Dr. Vinence Cogliano, dari Badan Penelitian Kanker Internasional di bawah WHO, mengatakan: "Pendapat pribadi saya adalah risiko asbes sangat tinggi. Bahan ini risikonya seperti halnya bahan carcinogen lain, kecuali mungkin untuk asap rokok.

"Siapapun yang terpajan dapat memperpanjang epidemi asbes, dalam bentuk melanjutkan ekspor dan menggunakan bahan ini dapat meningkatkan kanker paru dan kanker sejenis, dalam beberapa puluh tahun mendatang," kata Cogliano.

Namun para pendukung asbes menekankan penggunaan secara aman dapat mencegah berbagai penyakit termasuk kanker, dan sejumlah kalangan bahkan menyatakan bahan itu tidak ada kaitan dengan kanker sama sekali.

WHO mengatakan 125 juta orang terpajan asbes putih di tempat kerja mereka dan Organisasi Buruh Internasional, ILO memperkirakan 100.000 buruh meninggal setiap tahun karena penyakit terkait asbes.