Cuaca ancam upaya atasi kebocoran BP

Sumbat penutup BP
Image caption Teknisi BP telah memasang perlengkapan sumbat terakhir

Para pakar tengah mengkaji apakah kemungkinan badai tropis mengganggu upaya menutup kebocoran minyak BP di Teluk Meksiko.

Bila cuaca buruk di seputar Karibia semakin parah dan bergerak ke Teluk Meksiko, kapal-kapal yang ada di seputar harus ditarik.

Dengan cuaca buruk, para teknisi tidak akan dapat bekerja menangani kebocoran selama sekitar dua minggu.

Sebelumnya, sumur minyak BP diperkirakan akan berhasil ditutup dalam beberapa minggu ini setelah diumumkan sumur penampung hampir selesai.

Pejabat Amerika yang menangani krisis kebocoran, Marsekal Thad Allen mengatakan sumbat terakhir untuk menutup sumur telah dipasang hari Rabu.

Setelah sumbat dipasang, para teknisi kemudian akan memulai membor pipa minyak BP yang rusak dalam waktu lima sampai tujuh hari.

Sejumlah kalangan khawatir menutup sumur itu dapat menimbulkan kebocoran baru di dasar laut, namun rembesan ditemukan di sumur lain.

Sumbat yang dipasang hari Kamis berhasil menutup kebocoran untuk pertama kalinya sejak ledakan anjungan Deepwater Horizaon tanggal 20 April lalu.

Sebelas karyawan di anjungan yang disewa BP tewas dan ledakan tersebut menimbulkan kerusakan lingkungan terparah di Amerika.

Sejumlah besar minyak menyebar di Teluk Meksiko dan BP mengatakan biaya menangani polusi itu kini mencapai US$ 4 milyar.

BP telah menjual aset di Texas, Kanada dan Mesir untuk memenuhi biaya menangani polusi itu.

Sumur penampung digali di dekat tempat kebocoran untuk menutup kebocoran secara permanen. Sumur kedua juga digali sebagai cadangan.

Berita terkait