AS umumkan sanksi baru Korut

Robert Gates dan Hillary Clinton
Image caption Robert Gates dan Hillary Clinton berkunjung ke kawasan demiliterisasi yang memisahkan Korea Selatan dan Utara

Amerika Serikat menerapkan sanksi baru terhadap Korea Utara menyusul krisis terkait tenggelamnya kapal perang Korea Selatan.

Amerika Serikat menyalahkan Korea Utara atas tenggelamnya kapal itu, dan Pyongyang menyanggah terlibat.

Dalam kunjungan ke Korea Selatan, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton memberikan rincian singkat terkait sanksi itu, namun mengatakan akan mencakup pembatasan lebih ketat terkait penjualan senjata dan impor barang-barang mewah.

Ia mengatakan sanksi itu akan dicabut bila Korea Utara menghentikan sikap bermusuhan terhadap negara-negara tetangga.

Hillary Clinton mengatakan hal itu setelah berkunjung ke zona demiliterisasi yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan dengan Menteri Pertahanan Robert Gates.

Nyonya Clinton mengatakan langkah itu akan meningkatkan kemampuan Washington untuk "menghentikan aktifitas Korea Utara yang dapat membantu pendanaan program senjata, dan mendorong langkah provokatif".

Ia mengatakan sanksi itu tidak diarahkan kepada rakyat Korea Utara namun kepada pemerintah.

Sangat waspada

Berbicara di zona demiliterisasi, Nyonya Clinton mengatakan ia menginginkan Pyongyang mengetahui bahwa "ada jalan lain".

Nyonya Clinton mengatakan rakyat Korea Utara menderita di bawah para pemimpin yang memiliki kebijakan berbahaya.

"Bila mereka tidak mengubah arah, Amerika Serikat masih tetap pada posisi tegas demi kepentingan rakyat dan pemerintah Republik Korea, dimana kami memberikan dukungan bersama sekutu dan para mitra kami."

Sengketa terkait tenggelamnya kapal Korea Selatan itu menyebabkan ketegangan antara kedua Korea dalam bulan-bulan terakhir ini.

Hari Selasa, calon direktur intelijen Amerika memperingatakan insiden itu dapat menimbulkan "babak baru yang berbahaya".

James Clapper mengatakan dalam rapat Senat bahwa Pyongyang menjadi semakin provokatif ditengah persiapan suksesi pemimpin Kim Jong-il.

"Saya rasa kejadian itu harus kita amati dengan seksama, kita harus tetap sangat waspada," katanya.

Gates mengatakan Amerika Serikat mengambil langkah "untuk memperkuat langkah pencegah dan menunjukkan tekad untuk tidak diintimidasi".

Namun wartawan BBC mengatakan Pyongyang tidak akan tunduk pada peringatan Washington. Korea utara menyebut rencana latihan angkatan laut Amerikat Serikat-Korea Selatan sebagai sesuatu yang berbahaya.

Rencana latihan bersama di Laut Jepang selama empat hari, mulai hari Minggu, akan melibatkan kapal induk tenaga nuklir USS George Washington dan 20 kapal serta kapal selam, serta 100 pesawat dan 8.000 personil. Latihan berikutnya akan dilaksanakan di Laut Kuning.

Cina menyatakan keberatan atas operasi militer asing di Laut Kuning, yang terletak di bagian barat Semenanjung Korea.

Berita terkait