Yordania batasi akses internet PNS

Bendera Yordania
Image caption Yordania berkeinginan menjadi sentra teknologi informasi Timteng

Yordania melarang pegawai negeri mengakses lebih dari 50 situs internet di tempat kerja, setelah mereka disimpulkan menghambur-hamburkan waktu hampir tiga jam sehari di internet.

Penelitian selama 30 hari mendapati pegawai negeri di Yordania mengunjungi 70 juta situs internet dan dari jumlah tersebut hanya 130.000 relevan dengan pekerjaan mereka.

Menteri Penerangan Yordania, Marwan Juma, mengatakan kepada BBC News bahwa kebijakan itu akan ''memperbaiki pelayanan''.

''Kami menyadari pemborosan terjadi, tapi tidak separah ini,'' kata Juma.

''’Ketentuan ini tidak unik, ketika saya bekerja di swasta, semua perusahaan tempat saya bekerja memiliki ketentuan,'' ujarnya.

"Ini bagian dari upaya kami memperbaiki pelayanan dan mendorong staff memanfaatkan internet sebagai alat membantu mereka melaksanakan pekerjaan mereka,'' tambahnya,

Juma menekankan bahwa pembatasan akses itu hanya akan diterapkan selama jam kerja.

"Ini proses berkelanjutan dan kami memperbaiki alat pemantau dan penyaring kami dengan pertimbangan, mungkin akses yang dibatasi erdasarkan waktu ke situs-situs tertentu, bukannya menutup total,’’ katanya.

Langkah segera

Pemerintah Yordania mengatakan aksi tersebut perlu diambil, mengingat sekitar ada 250.000 kali upaya untuk mengakses situs-situs yang diblokir pada hari pertama larangan diberlakukan.

"Langkah ini tidak boleh disalahtafsirkan," kata menteri Komunikasi Yordania, Ali Ayed.

"Pemerintah tidak menyasar situs internet tertentu," kata Ayed seraya menambahkan kantor berita milik negara, Petra, sekali pun, telah diblokir.

Kementerian komunikasi mengatakan pegawai negeri membuang-buang waktu rata-rata dua setengah jam sehari di internet.

"Waktu sektor publik harus dicurahkan untuk pelayanan dan pegawai negeri harus memusatkan perhatian pada kebutuhan masyarakat, bukannya menghamburkan waktu untuk berseleancar di internet atau bermain game,'' kata Ayed.