Kanker Megrahi 'tidak palsu'

Image caption Megrahi dibebaskan bulan Agustus 2009 atas dasar belas kasihan

Dokter yang memeriksa pengebom pesawat Pan Am di Lockerbie, Skotlandia menegaskan tidak mungkin Abdelbaset al-Megrahi memalsukan penyakit kanker yang dideritanya.

Ahli penyakit kanker terkemuka Profesor Karol Sikora memeriksa Abdelbaset al-Megrahi, yang menderita penyakit kanker prostat mematikan, ketika di penjara dan memperkirakan Megrahi hanya bisa hidup tiga bulan lagi.

Bulan Agustus tahun lalu Megrahi, warga negara Libia, dibebaskan dari penjara atas dasar belas kasihan.

Tetapi sekarang Megrahi masih hidup walaupun tidak ada laporan terbaru mengenai kesehatannya.

Kemarahan Amerika

Pembebasan Megrahi memicu kemarahan di Amerika, dimana para politisi negara itu sekarang sedang mempelajari tuduhan bahwa pembebasan Megrahi terkait kesepakatan minyak dengan Libia, klaim yang telah disangkal.

Megrahi menjalani hukuman penjara pada tahun 2001 terkait pengeboman pesawat milik perusahaan Amerika Pan Am di atas kota Lockerbie di Skotlandia pada tahun 1988, yang menewaskan 270 orang.

"Saya terkejut dia masih hidup," kata Profesor Sikora, yang diminta oleh Libia untuk memberi pendapat medis mengenai kondisi kesehatan Megrahi sebelum dia dibebaskan.

Tidak mungkin bohong

Dia mengatakan yakin dirinya dan sejumlah ahli kanker lain tidak dapat dibohongi mengenai penyakit Megrahi.

"Kami mempertimbangkan jenis penyakit kanker yang dideritanya, bukti foto X-Ray bahwa kanker itu telah menyebar. Tes darah bagi PSA (antigen khusus prostat) meningkat. Semuanya menunjukkan fakta bahwa penyakitnya mencapai stadium akhir yang mematikan," kata Dr Sikora.

Image caption Pesawat Pan Am jatuh di Lockerbie tahun 1988 karena dibom, 270 tewas

Bekas dokter penjara dan penulis Theodore Dalrymple sepakat bahwa tidak mungkin Megrahi memalsukan kondisi penyakitnya.

"Ada kesulitan untuk mengetahui prognosis, karena ilmu kedokteran bukan ilmu pasti. Kita tidak bisa mengatakan, kecuali dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, bahwa seseorang akan meninggal tanggal 14 April," kata Dalrymple.

"Alasan anda curiga (Megrahi memalsukan penyakitnya) adalah karena anda mengira narapidana pintar menipu."

"Kalau penyakitnya dementia (hilang ingatan) itu mungkin dilakukan, tetapi menurut saya tidak mungkin memalsukan kegagalan organ pernafasan atau kanker," tambah Dalrymple.

Di Skotlandia hanya ada 26 narapidana yang dibebaskan dalam sepuluh tahun terakhir. Sebelas diantaranya meninggal beberapa hari setelah bebas, dua orang hidup lebih dari enam bulan, seorang lagi meninggal 16 bulan kemudian.

Hanya Megrahi yang masih hidup.

Berita terkait